TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID — Penyakit hipertensi salah satu komponen dari sindrom metabolik dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular, stroke, dan penyakit ginjal.
Seseorang biasanya tidak menyadari jika mengalami hipertensi. Setelah mengalami keluhan dan melakukan pemeriksaan barulah diketahui jika hipertensi yang dideritanya sudah berlangsung lama dan berpotensi menjadi bom waktu. Silent killer.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dr. Dewi Anggraeni Setyaningrum, SpJP, membenarkan jika penyakit kronik seperti hipertensi bisa dipicu oleh makanan terutama garam.
“Diet untuk penderita hipertensi itu betul yaitu garam. Penderita hipertensi harus membatasi konsumsi garam pada makanannya, sebanyak kurang dari 2 gram per hari, karena garam semacam musuh besarnya para penderita hipertensi,” ujar dr Dewi.
Selain membatasi natrium yang ada pada garam, zat makanan lain yang harus dihindari ialah sodium yang ada pada minuman bersoda serta sodium benzoat atau pengawet makanan yang banyak ada di warung-warung dan supermarket.
“Dengan membatasi atau menghindari makanan bernatrium dan bersodium baik langsung maupun yang tercampur dengan makanan maka akan menurunkan tingkat hipertensi atau menjaga kepada angka normal,” terang dr Dewi.
Diet makanan perlu dilakukan bagi penderita hipertensi untuk mencegah komplikasi penyakit lain. Makanan-makanan dengan tambahan bumbu perasa pun disarankan untuk dikurangi.
“Selain diet makanan, pola hidup sehat sangat perlu diterapkan salah satunya dengan membatasi atau menghindari makanan natrium tinggi dan sodium, mengkonsumsi sayur dan buah-buahan serta rutin melakukan olahraga,” lanjut dr Dewi Anggraeni Setyaningrum, SpJP.
Rutin melakukan medical chek up sangat disarankan bagi penderita hipertensi minimal satu bulan sekali. Hal ini agar hipertensi bisa terkendali dan dapat dengan cepat dilakukan pencegahan dengan mengonsumsi obat untuk menurunkan hipertensi.
Hipertensi merupakan penyakit yang sering kali tidak bergejala namun dapat menimbulkan masalah dan komplikasi pada berbagai organ di tubuh. (*)
Reporter: Agung S Pambudi
Editor: Abdul Rozak











