Dalam presentasi di depan para juri ajang IGA 2023 tersebut Dian mengaku banyak memaparkan peran penting lembaga kehumasan dan media dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait isu perlidungan perempuan dan anak.
“Dewan juri pertanyaan salah satunya mengenai detail manajemen mengenai perlidungan perempuan di lingkungan kampus dan komitmen pimpinan (Rektor) dalam mewujudkannya,” kata Dian.
Untuk diketahui, selama lebih dari dua bulan, sejumlah korporasi, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berkompetisi di ajang IGA 2023. Terdapat tiga kategori yang dipertandingkan, terentang dari kategori Humas Pemerintah Terbaik, Lembaga Humas Pemerintah Terbaik, dan Program Kehumasan Pemerintah Terbaik.
Penjurian IGA 2023 berlangsung dalam dua tahap, penyisihan dan babak presentasi.
Dewan juri memutuskan 61 entri lolos dari babak penyisihan. Selanjutnya, peserta mengikuti babak presentasi yang diselenggarakan secara hibrida selama dua hari berturut-turut dari tanggal 3-4 Mei 2023 silam dengan melibatkan lima orang juri.
Adapun dewan juri yang terlibat antara lain Asmono Wikan (Founder dan CEO PR INDONESIA Group), Emilia Bassar (CEO Center for Public Relations, Outreach and Communication), Jojo Suharjo Nugroho (Ketua umum Asosiasi Perusahaan Public Relations (APPRI)), Maria Wongsonagoro (PR Consultant), dan Janette Maria Pinariya (Wakil Rektor 1 LSPR).
Setelah melalui tahap penjurian tersebut, Dewan Juri memutuskan pemenang penghargaan IGA 2023 kepada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kategori Program Kehumasan Pemerintah Terbaik, Sub-Kategori Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (*)
Reporter: Eko Fajar
Editor: Agus Priwandono












