CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Banyak usia produktif di Kota Cilegon yang belum mendapatkan pekerjaan. Hal itu mengundang atensi Pemerintah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, untuk meningkatkan potensi SDM di wilayahnya.
Dengan menggandeng PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat dan PT Garuda Systrain Interindo, Pemerintah Kelurahan Gerem menggelar pelatihan dan sertifikasi ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Umum Sertifikasi BNSP yang diikuti puluhan usia produktif warga Gerem di salah satu hotel di Kota Cilegon, Jumat, 14 Juli 2023.
Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin menjelaskan, berdasarkan data yang ia terima dari Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, dari 14.830 penduduk Gerem, 1.500 orang di antaranya sedang dalam mencari lapangan kerja.
Angka tersebut dinilai cukup besar, mengingat Kota Cilegon, khususnya Gerem adalah wilayah industri, yang mana industri tersebut menggunakan teknologi dan dioperasikan oleh karyawan yang tersertifikasi.
Rahmadi pun mengaku, seringkali dihubungi oleh beberapa perusahaan terkait adanya peluang kerja di bidang K3. Namun dirinya belum bisa merespon hal tersebut, mengingat SDM yang dibutuhkan belum memiliki potensi yang cukup.
Untuk tu, adanya pelatihan dan sertifikasi tersebut sangat perlu dilakukan untuk membangun SDM yang bisa bersaing. Tetapi, karena 60 persen penduduk Gerem berpendidikan SMA, ia menilai bahwa sertifikasi BNSP hanya menjadi penunjang. Sebab, sertifikasi yang dikeluarkan oleh Disnaker tersebut memiliki ketentuan yang belum bisa dicapai, karena pendidikan minimalnya adalah D3.
“Kegiatan ini pertama kalinya di Cilegon, sebab belum ada pelatihan dan sertifikasi yang didorong langsung oleh kelurahan. Bahkan, PLN Unit JBB di tahun ini menggelontorkan dana CSR-nya di dua tempat, yakni di Tangerang dan Kelurahan Gerem, Cilegon. Makanya saya harap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta untuk dapat bersaing di dunia industri ataupun wirausaha,” kata Rahmadi.
Sementara itu, Kasubag TU Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Umul Mahtum menyambut positif kegiatan yang dilakukan dengan anggaran non-APBD karena sangat membantu. Terlebih, Cilegon sebagai Kota Industri, namun angka penganggurannya cukup mengkhawatirkan dan membuat pemerintah harus berpikir ekstra keras dalam memanfaatkan anggaran yang terbatas.
“Sebagai instansi yang rutin memberikan pelatihan keterampilan, khusus pada kegiatan ini, kami sepenuhnya menyerahkan teknis pelatihan kepada pihak PLN, dengan harapan dapat menekan angka pengangguran,” pungkasnya.
Diketahui, pelatihan dilakukan selama tujuh hari yakni tanggal 11-17 Juli 2023 di Hotel Gondang yang diikuti sebanyak 50 peserta dari warga Kelurahan Gerem. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono

