TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengembang Pasar Kota Bumi, PT Sarana Niaga Nusantara, merasa kaget jika pasar yang nantinya dibangun akan ada los untuk pemotongan ayam. Pasalnya baru kali ini dirinya membangun pasar terdapat permintaan los tempat pemotongan ayam.
General Manager PT Sarana Niaga Nusantara William mengatakan, ketika mendapatkan tawaran dari pihak Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) merasa kaget karena jumlah kios dan los yang ada di pasar Kota Tangerang itu mencapai lebih dari 500 unit.
“Saya bingung kok los ayam beda sendiri di sini, jadi los ayam potong hidup,”ucapnya, Senin, 31 Juli 2023.
Menurutnya, hal ini merupakan karakteristik masyarakat Kota Bumi dan sekitarnya yang membeli daging ayam ingin tahu proses pemotongannya. Jadi hal itu yang menyebabkan adanya los ayam potong hidup di Pasar Kota Bumi.
“Nah, hal itu menjadi sebuah fakta bahwa Perumda Pasar NKR telah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat,”ujarnya.
Kata William, bukti sosialisasi tersebut terdapat keinginan pedagang dan masyarakat terhadap los ayam potong hidup tersebut, sehingga hal inilah yang di aplikasikan kepada pengembang pembangunan Pasar Kota Bumi.
“Jadi saya bingung pernyataan pedagang yang bilang bahwa Perumda Pasar NKR tidak sosialisasi, gak jelas pernyataan tersebut,” terangnya.
William menambahkan, dirinya membetulkan pihak Perumda Pasar NKR yang telah sosialisasi kepada perwakilan pedagang Pasar Kota Bumi. Perwakilan pedagang tersebut meneruskan sosialisasi tersebut kepada pihak pedagang.
“Sebegitu sabarnya Perumda Pasar NKR yang menunggu para pedagang untuk melakukan verifikasi,”ucapnya.
Selain itu, kalau para pedagang Pasar Kota yang telat melakukan verifikasi maka kios dan los akan dijual ke masyarakat umum, sehingga yang nantinya pedagang bisa membeli dengan harga sama dengan masyarakat umum.
“Kalau pedagang ikut verifikasi, maka harga akan lebih murah ketimbang masyarakat umum nantinya,” pungkasnya.
Sementara, Direktur Operasional Perumda Pasar NKR Ashari Asmat menambahkan, jumlah pedagang yang sudah mendaftar atau melakukan verifikasi sebanyak sekitar 390 orang dari jumlah pedagang 507 orang.
“Jadi, sudah hampir 70 persen para pedagang yang sudah melakukan verifikasi dan gabung. Artinya mereka mendukung revitalisasi Pasar Kota Bumi,”singkatnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Aas Arbi










