PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – PLTU Banten 2 Labuan membantu Pemkab Pandeglang agar dapat memproduksi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) dari olahan sampah di TPA Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang. Bantuan secara intensif diberikan PLTU berupa pendampingan dari mulai bahan baku sampah yang diolah hingga menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) akan digunakan untuk mengurangi penggunaan batu bara untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
General Manager PLTU Banten 2 Labuan Wisnu Kurniawan mengatakan, PLTU Banten 2 Labuan memberikan pendampingan kepada Pemkab Pandeglang dalam memproduksi BBJP.
“Karena dari Pemkab sendiri sudah inves alatannya, sudah memiliki alat untuk memproduksi itu (mengolah sampah menjadi BBJP). Untuk proses produksinya ini lagi kita dampingi supaya mendapatkan kualitas yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan PLTU sesuai standar SNI,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 3 Agustus 2023.
Wisnu menjelaskan, kalau bicara kebutuhan BBJP pasti banyak karena ini program pemerintah juga. Yaitu program nasional dalam rangka transisi energi jadi secara bertahap PLTU menggunakan bahan baku batu bara ini dikurangi.
“Diganti dengan biomassa (semua senyawa organik yang berasal dari tanaman pertanian, alga, dan sampah organik). Bisa berupa BBJP, bisa sodas, dari sekam, kita berdayakan berbagai sumber dari sekitar PLTU itu bisa memproduksikan biomassa itu sambil membantu masyarakat di sekitar PLTU juga,” katanya.
Mudah – mudahan, diungkapkan Wisnu, ini berjalan lancar. Secara ekonomi itu masuk dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi sampah rumah tangga.
“Nah ini lagi dicoba kita dampingi bahwa biomassa yang diproduksi melalui BBJP itu secara ekonomi bisa membantu Pandeglang juga bisa membantu PLTU dalam penyediaan bahan bakar selain batu bara. Mengurangi sampah, mempunyai nilai ekonomi juga membantu PLTU mengurangi penggunaan batu bara juga,” katanya.
Kepala Bappeda Pandeglang Kurnia Satriawan mengatakan, pendampingan memproduksi sampah menjadi BBJP merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya antara Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan PT Indonesia Power PLTU Banten Labuan 2.
“Ibu Bupati MoU, dengan PT Indonesia Power pada tanggal 17 Agustus tahun lalu. Tanda tangani kesepakatan antara Ibu Bupati Pandeglang dengan Direktur Indonesia Power,” katanya.
Selanjutnya, melakukan koordinasi yang intens, koordinasi yang baik supaya alih teknologi menggunakan sampah yang selama ini menjadi beban buat pemerintah daerah diubah diolah sedemikian rupa menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat yang berfungsi sebagai pengganti batu bara. Sehingga ada nilai ekonomis.
“Tentu tidak semudah yang kita harapkan, karena kaitannya secara teknis ada standardisasinya untuk PLTU. Maka kandungan kalorinya harus memenuhi standar SNI yaitu di atas 3.000,” katanya.
Standar hasil produksi BBJP saat ini belum melebihi angka 3000. Pada tahap uji coba pertama hasil uji laboratorium itu mencapal 2000. Lalu naik menjadi 2500 dan sekarang sudah mau 3000.
“Kalau standar naik sudah memenuhi seperti batu bara baru maka BBJP yang di produksi dari olahan sampah dapat disuplai untuk bahan bakar PLTU. Ya mudah – mudahan saja ini bermanfaat buat semua karena memang tinggal menunggu uji lab yang kesekian kalinya yang mudah – mudahan bisa sesuai standar SNI dan saat ini dari PLTU Banten 2 Labuan mendampingi karena harus sesuai spesifikasinya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi












