LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Rangkasbitung kembali melakukan aksi demonstrasi menolak penutupan perlintasan sebidang atau pintu kereta dekat Pasar dan Stasiun Rangkasbitung secara permanen, Rabu, 9 Agustus 2023.
Sahrul, PKL Pasar Rangkasbitung, mengatakan bahwa aksi ini untuk mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar perlintasan sebidang yang menghubungkan Jalan Rt. Hardiwinangun dan Jalan Tirtayasa kembali dibuka.
“Seharusnya ada solusi, kami yang biasanya dagang mendapat keuntungannya Rp 100 ribu sekarang cuma dapat Rp 10 ribu, imbas penutupan jalan ini,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini ratusan pedagang yang berdagang di sepanjang Jalan Rt. Hardiwinangun menuntut hal serupa kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
“Kami ingin pagar ini dibuka kembali, dan bisa dilintasi oleh pejalan kaki. Karena saat ini kami merugi pendapatan kami menurun karena ada penutupan jalan menuju pasar ini,” jelasnya.
Pedagang lain, Beni, meungkapkan bahwa pedagang akan melakukan aksi lebih besar jika keinginannya tidak terpenuhi.
“Kami akan melakukan aksi lebih besar lagi agar aspirasi kami segera ditanggapi terkait dengan permintaan kami untuk jalan tidak ditutup,” ucapnya.
Total ada ratusan PKL yang melakukan aksi demo di depan pagar penutup perlintasan sebidang dekat Pasar Rangkasbitung.
Sebelum ditutup, pintu perlintasan sebidang merupakan akses bagi masyarakat yang hendak ke Pasar dan Stasiun Rangkasbitung. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











