LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 49 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kesulitan air bersih. Sumber air bersih seperti sumur pompa sudah tidak mengeluarkan air.
Bahkan Pemkab Lebak telah menetapkan Lebak darurat kekeringan hingga Septmber 2023.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, 12 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih yaitu Warunggunung, Bojong Manik, Leuwiidamar, Wanasalam, Maja, Curugbitung, Cihara, Gunungkencana, Banjarsari, Panggarangan, dan Bayah.
“Ya, saat ini warga di 49 desa tersebar di 12 Kecamatan kesulitan air bersih. Mereka, telah mengajukan bantuan permohonan drofing air bersih ke kita. Kita telah menetapkan Lebak darurat kekeringan hingga Septmber 2023,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama, Rabu 9 Agustus 2023.
Febby mengatakan, pihaknya terus melakukan suplai air bersih ke sejumlah desa dan kecamatan yang telah mengajukan permohonan air bersih.
“Kita sudah menyalurkan 20 tangki atau 120 ribu liter ke warga yang kesulitan air bersih di Warunggung, Rangkasbitung, Lewidamar, Wanasalam, dan Sajira,” jelasnya.
Menurutnya, kekeringan tahun ini selain disebabkan masuknya musim kemarau, juga akibat dampak dari fenomena El Nino. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan program jangka pendek, dengan menyalurkan distribusi air bersih dengan tangki air kepada penduduk yang mengalami kesulitan air bersih.
“Kita terus berkoordinasi dengan kecamatan. Bagi masyarakat yang kesulitan mendapat pasokan air bersih bisa menghubungi kepala desa yang diteruskan kepada camat,” katanya.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Lebak Ucuy Mashuri Sajim mengapresiasi penangan kekeringan yang dilakukan oleh BPBD Lebak.
“Kami mengapresiasi penanganan kekeringan dari BPBD, tinggal kecamatan dan desa yang kesulitan air bersih secepatnya mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD,” kata politikus Partai Demokrat ini.
Berdasarkan peta rawan bencana di Kabupaten Lebak, dari 28 kecamatan ada 16 belas kecamatan yang rawan bencana kekeringan sekaligus berpotensi menimbulkan rawan krisis air bersih yaitu Muncang, Cirinten, Maja, Curugbitung, Leuwidamar, Cimarga, Kalanganyar, Cileles, Gunung Kencana, Banjarsari, Malingping, Wanasalam, Cihara, Bayah, Cilograng dan Cibadak.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











