TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Tenaga honorer di Tangsel menyambut suka cita upaya Walikota Tangsel Benyamin Davnie mempertahankan pekerjaan mereka.
Benyamin menegaskan tetap menggaji seluruh tenaga honorer dengan memperpanjang kontrak mereka hingga tahun 2024. Hal ini sekaligus menjadi penegasan kepada seluruh tenaga honorer bahwa tidak ada penghapusan honorer di November tahun ini.
Seorang tenaga honorer Tangsel bernama Bama Putra yang bekerja di Bagian Kesejahteraan Pemkot Tangsel mengaku senang dan bersyukur atas kebijakan tersebut.
Menurutnya, saat ini ia lebih tenang menjalani kehidupan setelah adanya jaminan dari Walikota Tangsel atas nasibnya.
“Ya, kalaupun nantinya gak bisa jadi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak), setidaknya saya masih bisa bertahan menjadi honorer di Tangsel, ini saja sudah bersyukur, daripada pekerjaan hilang,” ujar Bama ditemui di kantin belakang kantor Walikota Tangsel, Rabu 9 Agustus 2023.
Sementara itu seorang honorer bernama Tanto bekerja di DPRD Tangsel mengaku lebih tenang mendengar pekerjaannya tidak dihapus dan masih bisa bekerja di tahun depan.
“Ya agak tenang, masih ada satu tahun lagi, ya senang sekali mendengarnya,” ujarnya.
Tanto mengatakan, dirinya sudah 13 tahun menjadi tenaga honorer di DPRD Tangsel, berharap dapat diangkat menjadi P3K.
“Harapannya saat ini, ya mudah-mudahan diangkat jadi P3K. Tapi kalaupun sulit, ya setidaknya pekerjaan sekarang tidak dihapus,” jelasnya.
Dilain pihak, seorang honorer bernama Helmi yang juga bekerja di DPRD Tangsel menambahkan, dirinya berharap tetap bisa bertahan bekerja sebagai honorer jika untuk mencapai P3K sulit. “Ya saat ini masih bisa bekerja saja sudah bersyukur,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjamin tenaga honorer di Tangsel tidak akan di PHK massal. Ia menegaskan secara perlahan para tenaga honorer akan diangkat menjadi P3K.
Benyamin juga pasang badan, siap menggaji seluruh honorer yang diangkat menjadi P3K. “Saya mengusulkan kepada Pemerintah pusat agar P3K ini, udah deh digaji sama Pemerintah dareah. Pemkot Tangsel kuat kok, mampuh. Tidak usah sama (digaji-red) sama Pemerintah pusat,” ucapnya dihadapan tenaga honorer, Senin, 7 Agustus 2023
Benyamin menambahkan, tahun 2024 gaji tenaga honorer Tangsel juga telah ia anggarkan di Rencana APBD 2024, bahkan sampai 13 bulan. Hal itu sebagai bentuk komitmennya memepertahankan nasib honorer di Tangsel.
“Tolong dicamkan sama kalian. Gimana saya mau menghapus TKS (Tenaga Kerja Sukarela/tenaga honorer-red), tahun 2024 gaji kalian sudah saya anggarkan di rencana APBD 2024. Bukan untuk 13 bulan, tapi untuk 13 bulan, jadi kalian jangan khawatir,” jelasnya.
Benyamin mengatakan, pengangkatan honorer dilakukan oleh kepala OPD masing-masing untuk setahun sekali. Untuk itu ia menegaskan penilaian Kepala OPD tergantung pada kinerja honorer, maka dari itu diperlukan kedisplinan, kreatifitas dan loyalitas untuk diangkat kembali jadi honorer di tahun mendatang.
Menurut Benyamin, ia bisa memecat pegawai mana saja, baik honorer maupun ASN jika melanggar aturan.
“Jadi jangankan honorer, kalau ASN bolos, tidak disiplin, malas, kerjanya aneh-aneh, apalagi tersangkut pidana, itu akan saya kenakan hukuman, dari teguran sampai cabut status ASN-nya. Dan itu sudah ada yang saya lakukan,” tegasnya.
Reporter: Syaiful Adha











