CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Proses penataan Tempat Pembuangan Sementara atau TPS di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon, terkendala lahan.
Hal itu disampaikan Muhriji, Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, saat dikonfirmasi terkait penataan sampah di Cilegon pada Minggu, 13 Agustus 2023.
Dikatakan Muhriji, pihaknya tengah serius menangani persoalan sampah yang berada di TPS-TPS asar salah satunya di Pasar Baru Kranggot.
Namun, penataan TPS di pasar tradisional terbesar di Kota Cilegon tersebut masih terkendala lahan. Karena lahan yang akan menjadi TPS itu sebagian lahan milik Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3).
Kendati demikian, Muhriji mengaku sudah melayangkan surat perizinan untuk dibangun sebagian TPS di lahan tersebut.
“Ini hanya penataan saja tempat pembuangan sementara sampah, kita juga sudah memohon ke BBWS C3 karena lahan yang akan di tempati milik BBWS C3,” ujar Muhriji.
Diakui Muhriji, hampir 80 persen sampah Pasar Baru Kranggot berasal dari luar pasar. Dengan penambahan TPS di Pasar Baru Kranggot diklaim bakal mengurai penumpukan sampah sembarangan.
“Kita ingin ada penataan TPS, karena yang ada itu akan kita pakai misalkan untuk sampah organiknya nanti TPS yang akan di bangun di bantaran irigasi panjangnya tidak banyak hanya 20 meter itu untuk sampah khusus di air nanti itu di pilah secara cepat,” katanya
“Sekarang kita konsen untuk menata TPS, saat ini belum ada informasi mudahan secepatnya ada kabar terkait perizinan pembangunan, karena kita juga sudah di anggaran perubahan mudahan-mudahan di setujui,” tandasnya.
Selain TPS di Pasar Baru Kranggot yang menjadi fokus penataan, pihaknya juga bakal menata di TPS pasar yang ada di Merak. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











