CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Usulan gelar pahlawan nasional untuk Ki Wasyid dan Ki Arsyad Thawil sudah masuk ke Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
Usulan itu menyusul telah rampungnya kajian akademik tentang dua sosok tokoh pergerakan peristiwa Geger Cilegon tersebut.
Sekretaris Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah, Heni Anita Susila menjelaskan, kajian akademik atas usulan pahlawan nasional untuk kedua tokoh Pejuang Geger Cilegon tersebut dilakukan bersama akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Hal itu dilakukan, untuk mengukur dan menentukan kelayakan usulan menjadi Pahlawan Nasional.
“Itu sudah selesai kajiannya, sudah beres, berkas-berkasnya sudah dan dokumennya juga sudah. Ini sedang kita usulkan ke Kementerian Sosial RI,” ujarnya Kamis 17 Agustus 2023.
Menurut Heni, alasan diusulkannya kedua nama tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional, karena keduanya merupakan para pejuang Geger Cilegon yang secara referensi memiliki jejak sejarah.
“Mereka (KH Wasyid dan Arsyad Thawil-red) adalah pejuang-pejuang Geger Cilegon yang secara referensi jejak sejarahnya ada,” tuturnya.
Dalam hal ini, Heni berharap agar kedua nama tokoh tersebut bisa diterima dan segera ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Mudah-mudahan bisa diterima, karena kan antrenya lama. Kalau tidak bisa tahun ini (2023-red), kita ajukan tahun depan (2024-red),” harapnya.
Heni menjelaskan, usulan gelar pahlawan nasional untuk dua tokoh itu didukung oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin.
Menurut Heni, dukungan itu disampaikan langsung oleh Wapres K.H. Ma’ruf Amin kepada Walikota Cilegon Helldy Agustian dan perwakilan tim.
“Alhamdulillah mendapatkan dukungan dari abah, pa Wakil Presiden, abah mendorong agar dua ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional, di tahun ini semoga bisa setujui,” ujar Heni.
Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik Usulan Gelar Pahlawan Nasional Ki Arsyad Thawil dan Ki Wasyid, Mufti Ali pun membenarkan jika usulan itu mendapatkan dukungan dari Wapres Ma’ruf Amin.
“Pak wapres sangat mendukung, dan itu dukungan politik yang luar biasa,” ujar Mufti Ali.
Dari pengalamannya saat ikut menangani usulan gelar pahlawan untuk Brigjen K.H Syamun, Ahmad Chotib dan Arya Wasangkara, menurut Mufti Ali dukungan itu sangat penting .
“Ini R2 dua dukung, ini jadi modal kuat. Berkas memang harus lengkap tapi alangkah lebih baik juga kalau mendapatkan dukungan,” ujarnya.
Menurut Mufti, jika di Kemensos dinyatakan memenuhi syarat, maka selanjutnya dibawa ke Dewan Gelar Nasional, kemudian dibawa ke Presiden.
“Mudah-mudahan dua-duanya bisa masuk tahun ini,” ujarnya. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











