CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Banten mendorong seluruh kader HMI se-Provinsi Banten untuk mendukung pengusulan Nurcholish Madjid atau Cak Nur sebagai Pahlawan Nasional.
Dukungan tersebut menyusul sikap Pengurus Besar (PB) HMI yang sebelumnya telah menyuarakan usulan itu dalam momentum Dies Natalis HMI ke-79. Pengusulan tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar Cak Nur terhadap pemikiran keislaman dan kebangsaan di Indonesia.
Koordinator Presidium MW KAHMI Banten, Dedy Arisandi, menegaskan pengusulan Cak Nur tidak boleh berhenti pada dukungan simbolik. Ia meminta kader HMI merespons wacana tersebut dengan pendalaman serius dan objektif terhadap warisan intelektual tokoh pembaru Islam tersebut.
“Cak Nur sebagai pahlawan nasional harus direspons dengan membedah kembali konteks pemikiran keindonesiaan dan keislamannya secara objektif, serta melihat dampaknya terhadap kemajuan bangsa dan negara,” ujar Dedy, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, gagasan Cak Nur tentang Islam inklusif, demokrasi, pluralisme, serta relasi agama dan negara telah memberikan fondasi penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Bahkan, jargon “Islam Yes, Partai Islam No” dinilai menjadi tonggak penting dalam dinamika pemikiran politik Islam di Tanah Air.
Karena itu, KAHMI Banten mendorong pelaksanaan kajian akademik, diskusi publik, serta forum-forum intelektual di berbagai daerah di Banten guna memperkaya perspektif terhadap kontribusi Cak Nur.
“Ini bukan sekadar penghargaan terhadap seorang tokoh, tetapi juga momentum refleksi terhadap arah kebangsaan kita. Pemikiran Cak Nur relevan untuk terus dihidupkan dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
MW KAHMI Banten berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat, kalangan akademisi, serta organisasi kemasyarakatan agar proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional berjalan sesuai mekanisme yang berlaku dan memperoleh penilaian objektif dari pemerintah pusat.
Reporter: Adam Fadillah Editor: Aas Arbi











