TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teluknaga dan SDN 2 Teluknaga berdiri di atas lahan sekitar 500 meter di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut sangat menggangu kegiatan proses belajar mengajar, terlebih lagi dalam kegiatan pelajaran olahraga dan kegiatan apel senin.
Seorang guru SDN 2 Teluknaga Sukma mengatakan, dirinya sangat mengeluhkan lahan seluas 500 meter ini di isi oleh dua sekolah SDN, yakni SDN 1 dan 2 Teluknaga.
Ia mengatakan, dalam satu komplek SDN 1 Teluknaga dan SDN 2 Teluknaga hanya terdapat satu buah lapangan saja, sehingga untuk kegiatan belajar olahraga dan apel Senin harus bergantian dengan SDN 1 Teluknaga.
“Coba bapak lihat, itu fasilitas lapangan sangat kecil, tidak bisa digunakan untuk kegiatan olahraga secara bersamaan,” ujarnya, Jumat 1 September 2023.
Kata Sukma, SDN 2 Teluknaga mempunyai murid sebanyak 239 siswa, sehingga bukan hanya untuk kegiatan belajar olahraga saja yang bergantian menggunakan lapangan tersebut. Namun, saat kegiatan upacara Senin juga harus bergantian.
“Untuk senin esok, murid SDN 1 yang menggunakan lapangan tersebut untuk upacara bendera, minggu selanjutnya baru kami yang menggunakan,” ungkapnya.
Selain itu kata Sukma, SDN 1 Teluknaga dan SDN 2 Teluknaga jika musim penghujan, pasti akan menjadi langganan banjir. Sebab, tempatnya berada di bawah jalan, ditambah dengan tidak adanya saluran pembuangan air ke belakang.
“Kalau musim hujan, pasti sekolah kami kebanjiran pak, makanya kami selalu siap pompa air,” ucapnya.
Dirinya berharap, dengan sudah ditetapkan lahan untuk SDN 2 oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Maka dirinya mengharapkan agar pembangunan SDN 2 Teluknaga juga segera dibangun dengan cepat.
“Supaya murid-murid kami bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Abdul Rozak











