LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Berkunjung ke Baduy tak lengkap rasanya jika tak membawa oleh-oleh. Salah satu oleh-oleh khas Baduy yakni berupa suvenir yang terbuat dari bahan alami serta tangan kreatif mereka. Oleh-oleh ini banyak sekali diminati wisatawan lokal hingga mancanegara.
Untuk melihat lebih dekat perajin souvenir atau oleh-oleh khas Baduy, tepatnya berada di Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. Mayoritas masyarakat di kampung tersebut setiap rumahnya merupakan perajin souvenir khas Baduy.
Ketua RT Sadiman, mengatakan, mayoritas warganya selain bertani mempunyai usaha lain yakni dengan membuat kerajinan tangan khas Baduy untuk dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung yang datang ke Baduy.
“Kerajinan yang kami buat di antaranya, gantungan kunci, gelang, miniatur rumah Baduy, gelas bambu dan masih banyak lagi ya. Ada berbagai jenis kami buat di sini,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 4 September 2023.
Diungkapkannya, souvenir yang dibuat bahannya dari alam sekitar Baduy tanpa menggunakannya mesin atau alat canggih untuk membuatnya.
“Bahannya dari bambu dan batok kelapa ya, berbagai macam jenis aja. Jadi kami manfaatkan bahan-bahan dari alam untuk dijadikan oleh-oleh khas Baduy,” ujarnya.
Sadiman juga berharap, ke depannya para perajin di Kampung Ciboleger bisa mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah khususnya untuk dalam produksi kerajinan tangan.
“Harapan kami ada bantuan dari pemerintah berupa alat bantuan yang lebih modern sehingga pembuatan kerajinan ini lebih baik dan bisa menghasilkan banyak souvenir, kalo sekarang dengan alat manual,” harapnya.
Sementara April sekaligus Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, menyebutkan, saat ini telah membantu masyarakat dalam bidang pemasaran khusus produk UMKM lokal agar lebih dikenal lagi.
“Kami hadir sebagai mahasiswa KKN ya, tentunya memberikan pelatihan bagaimana cara mempromosikan produknya agar diminati banyak orang,” tuturnya.
Hingga ada puluhan masyarakat yang mayoritas memiliki keahlian dalam membuat souvenir khas Baduy, yang sudah dilakukan selama belasan tahun di Kampung Ciboleger. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











