PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejarawan Bonnie Tryana mengungkapkan bahwa pada zaman penjajahan Kolonial Belanda tidak memberikan hidup kebebasan terhadap masyarakat Indonesia.
Menurut Bonnie hal itu terjadi karena kolonialisme itu menganut sistem feodalisme.
Bonnie menjelaskan, kolonialisme ini hidup tidak serta merta datang ke Indonesia langsung menguasai semua wilayah negara Indonesia.
“Kolonial hidup ditopang dengan satu sistem yang namanya feodalisme. Jadi feodalisme satu sistem dominasi orang – orang barat terhadap daerah kita,” katanya saat menghadiri acara ngopi kesejarahan di Cafe Rumah Kemasan Pandeglang, Rabu 6 September 2023 sore.
Ia mengatakan, kolonial dalam upaya untuk memperkuat dominasinya membentuk satu pilar kekuasaan yaitu feodalisme. Jadi Feodalisme itu sudah ada ratusan tahun sebelum barat datang ke negeri Indonesia.
“Feodalisme itu feodal dari family kekerabatan menguasai satu wilayah dan menguasai wilayah tersebut. Dan rakyat hidup dengan menggunakan tanah yang dimiliki oleh dia, dan membayar upeti kepada si penguasa,” katanya.
Kemudian si penguasa akan menurunkan kekuasaannya secara genealogi kepada anaknya, kepada cucunya, cicitnya dan seterusnya.
“Tetapi hal itu tidak berlaku di sistem demokrasi. Intinya nilai dari Feodalisme memiliki sistem diskriminatif, mereka yang bukan bangsawan tidak bisa sekolah, contohnya jadi di zaman kolonialisme pendidikan itu dibagi dalam dua sistem,” katanya.
Sistem pertama yaitu kelas yang ditujukan kepada kaum bangsawan pribumi yang melanjutkan sekolah hingga ke universitas. Sementara kelas kedua dia hanya bisa sekolah SD tapi hanya pendidikan lanjut ke sekolah kejuruan itupun kalau dia punya latar belakang kebangsawanan.
“Nah artinya yang lahir pada masa Kolonial itu tidak mempunyai kebebasan untuk memilih berdasarkan kompetensi dan kemampuan diri sendiri. Pilihan sebagai hamba jajahan hanya akan dikaitkan pada struktur feodalisme,” katanya.











