LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Pencabulan pimpinan Ponpes (Ponpes) terhadap enam santrinya di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Gunungkencana, yang viral pada 27 Agustus 2023 lalu, mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa yang menyayangkan tindakan tersebut terjadi.
“Bahkan di Kabupaten Lebak terjadi kasus kekerasan seksual dari guru ngaji kepada santrinya,” kata Adde Rosi saat melakukan kunjungan ke Polres Lebak, Jumat 8 September 2023.
Dalam kunjungan tersebut, wanita yang akrab disapa Aci membahas terkait bagaimana penanganan kasus yang, khususnya kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Lebak dan Pandeglang.
“Saya melaksanakan rapat dengan Kapolres Lebak, Kapolres Pandeglang, beserta Kajari Lebak dan Kajari Pandeglang. Membahas sejauh apa hal-hal yang telah dilakukan Polri dan Kejaksaan dalam rangka mencegah kasus-kasus khususnya untuk perempuannya dan anak,” ucapnya.
Diungkapkan, dalam melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, semua pihak mempunyai peran penting bukan hanya pada pemerintah saja.
“Beberapa kasus baik yang terlaporkan oleh masyarakat, organisasi ataupun polres itu sendiri. Ini terus berdatangan terus kepada kami oleh karena itu bukan hanya Pemkab Lebak saja yang harus bekerja dan bersosialisasi atau masif melaksanakan kegiatan pencegahan tapi semuanya mempunyai peran penting,” kata Aci.
Ditambahkannya, agar organisasi-organisasi perlindungan perempuan dan anak tetap fokus melakukan pendampingan dan membantu para korban yang trauma.
“Karena masyarakat kita kadang-kadang canggung, malu ataupun aib apabila kasus ini dilaporkan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pria berinisial MS (37) yang merupakan pimpinan Ponpes Al-Lughodi, tega mencabuli enam santrinya yang masih di bawah umur selama tiga tahun. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi












