KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melanjutkan Program Tangsel Terang pada 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel menargetkan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ribuan titik.
Program tersebut merupakan bagian dari visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel untuk meningkatkan penerangan jalan lingkungan di seluruh wilayah kota.
Kepala Dishub Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, pada tahun ini Dishub Tangsel menargetkan pembangunan sekitar 2.225 titik PJU.
“Untuk tahun ini kami masih melanjutkan Program Tangsel Terang. Jadi pembangunan lampu di jalan-jalan lingkungan. Target tahun ini kurang lebih 2.225 titik,” ujar Ayep, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, sejak dimulai pada 2023, pembangunan lampu melalui program Tangsel Terang telah mencapai sekitar 11.500 titik yang tersebar di tujuh kecamatan di Tangsel.
“Yang sudah terbangun dari tahun 2023 itu sekitar 11.500 titik lampu dan ini terus dilakukan,” katanya.
Ayep menjelaskan, target pembangunan lampu tersebut merupakan bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Secara keseluruhan, Pemkot Tangsel menargetkan sekitar 25 ribu titik lampu hingga akhir masa RPJMD.
“Target RPJMD beliau kurang lebih 25 ribu titik lampu sampai akhir periode,” ungkapnya.
Selain pembangunan baru, Dishub Tangsel juga terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan lampu jalan berdasarkan laporan masyarakat. Saat ini, jumlah lampu jalan yang dikelola Dishub Tangsel mencapai hampir 70 ribu unit.
“Total lampu yang kita kelola sudah hampir 70 ribu atau sekitar 68 ribuan,” jelas Ayep.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Jalan Umum (PJU) Dishub Tangsel, Eka Andryana mengatakan pembangunan lampu dilakukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan, usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), hingga laporan masyarakat.
“Tetap ada usulan warga, kita konfirmasi dengan kewilayahan dan juga pendataan teman-teman di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan program Tangsel Terang diupayakan merata di tujuh kecamatan.
Di sisi lain, Dishub Tangsel juga mulai melakukan migrasi lampu jalan dari jenis SON atau merkuri ke lampu LED guna menekan penggunaan daya listrik sekaligus meningkatkan kualitas pencahayaan.
“Sekarang kita migrasi dari lampu SON atau merkuri ke lampu LED. Salah satunya untuk mengurangi penggunaan listrik dan lampu LED juga lebih terang,” jelas Eka.
Menurutnya, penggantian lampu lama dilakukan secara bertahap melalui program pemeliharaan dan laporan warga.
Untuk lampu tenaga surya, Eka menyebut, menjadi kewenangan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) melalui program penerangan lingkungan berbasis tenaga surya.
“Kalau di Dishub tetap menggunakan lampu konvensional atau listrik. Untuk tenaga surya ada program dari Perkim,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











