SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Akibat dari fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah Kota Serang, berdampak pada kebutuhan cadangan pangan, terutama pada kebutuhan beras.
Beberapa waktu lalu, para pedagang beras terutama di Pasar Rau Kota Serang juga mengaku harga beras terus mengalami kenaikan.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, berdasarkan hasil pantauannya.
Selain itu, sekitar 115 hektare sawah di Kota Serang juga mengalami kekeringan, 18 hektare di antaranya mengalami Puso.
Pemkot Serang saat ini juga disebut mengalami defisit beras. Pasalnya, saat ini Pemkot Serang hanya memiliki cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang tersimpan di Perum Bulog Sub Divre Serang sekitar 68,5 ton beras saja.
Padahal, ideal jumlah cadangan pangan yang seharusnya disimpan oleh Pemkot Serang sekitar 280 ton, sesuai kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, untuk menutupi kekurangan cadangan beras, Kota Serang akan menggunakan dana insentif fiskal.
Diketahui, insentif fiskal yang didapatkan oleh Pemkot Serang tersebut diberikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (kemendagri), sebagai bentuk penghargaan mampu kendalikan inflasi.
“Kita dapat dana insentif dari Pemerintah Pusat, salah satunya untuk mencukupi stok pangan di Kota Serang. Itu cukup,” ujar Yudi usai mengisi diskusi bersama Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) tentang dampak El Nino, pada Jumat, 10 September 2023.
Yudi mengatakan, nantinya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang akan memasifkan anggaran perubahan untuk cadangan pangan.
“Nanti DKP3 untuk menganggarkan dan dimasifkan di dalam program perubahan sekarang. Kita sudah perhitungkan cadangan pangan di Kota Serang sudah terpenuhi dulu,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi











