“Kita juga sudah membuat peta kawasan dampak kekeringan akibat perubaha iklim dan serangan OPT per kecamatan dan Desa dengan
membuat kriteria hasil analisa dan langkah-langkah yang akan dilakukan.
Langkah-langkah baik itu pemberian bantuan pompa dan lain-lainnya dilakukan untuk menyelamatkan sawah yang tadinya rusak kecil tidak menjadi sedang maupun berat,” ungkapnya.
Lebih jauhnya, Agus memaparkan, ketersediaan dan kebutuhan konsumis beras di Provinsi Banten dengan melihat Potensi April sampai dengan Oktober 2023 Luas panen 113,419 ha, dengan produksi padi 601.557 ton GKG, Produksi Beras 380,377 ton sedangkan kebutuhan beras untuk priode tersebut sebanayak 349.882 ton dengan data tersbut Banten Suprlus sebsebar 30.495 ton.
Di bulan Agustus kemarin, kata Kadistan, ada Panen Padi di Kecamatan KramatWATU Kabupaten Serang seluas ± 400 ha dengan asumsi produksi padi sebanyak 2.400 ton GKG. Juga di bulan September ada panen di Kecamatan Tanara dengan luas Panen sekitar 2.000 ha dengan produktivitas sekitar 6 ton/ha dan produksi padi sekitar 12.000 ton padi GKG.
“Minggu ke III bulan September akan ada Panen seluas ± 550 di desa Nanggala dan Sukanegara Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang dengan asumsi Produksi Padi sebanyak 3.300 ton GKG, yang kebetulan di Kecamatan Cikeusik ini hasil gerakan pengendalian dan penanggulangan El Nino yang dilakukan oleh Dinas Pertanian,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak












