SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino telah membawa bencana kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten. Dua daerah pun sudah menyatakan status darurat kekeringan dampak El Nino itu.
Dampak El Nino itu sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya oleh para petani. Karena El Nino ini telah membuat lahan pertanian mereka menjadi kering, dan bahkan Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat terdapat ratusan Hektare (Ha) lahan sawah milik petani yang mengalami Puso atau gagal panen.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid menuturkan, terdapat 118,9 ha lahan sawah yang mengalami puso dengan rincian terdiri dari Kabupaten Lebak 1 ha, kabupaten Serang 42 ha, dan Kota Serang 11, dan Kabupaten Tangerang 57,85 ha.
“Dampak fenomena El Nino ini telah dirasakan oleh para petani, di awal bulan September ini kita catat terdapat 118,9 ha sawah yang mengalami puso di empat daerah,” kata Agus kepada Radar Banten, Rabu 13 September 2023.
Selain puso, pihaknya juga mencatat dampak El Nino ini telah membuat 1.964 ha sawah mengalami kerusakan ringan yang terdiri dari Kabupaten Pandelang 299 Ha, Lebak, 271 ha, Serang 532 ha, Kota Serang 61,5 ha dan Tangerang 800,5 ha.
Kerusakan Sedang seluas 1.226,1 ha yang terdiri dari Kota Serang 11 ha, kabupaten Serang : 35 ha, Lebak 69 ha, Pandeglang 615 ha, dan Tangerang 177, 5 ha.
Kerusakan Berat seluas 751 ha, yang berada di Kota Serang 11 ha, Kabupaten Pandeglang 462 ha, Kabupaten Lebak 16 ha, Kabupaten tangerang 51 ha, dan Kabupaten Serang 211 ha.
Pihaknya saat ini tengah menjalankan aksi pencegahan El Nino baik itu jangka pendek, menengah maupun jangka panjang seperti memberikan bantuan alsintan (pompa air) serta mobilisasi pompa air pada areal yang masih tersedia sumber air.
Memberikan bantuan tanggap darurat, sarana produksi (benih, pupuk, modal kerja) serta mengkonsolidasikan pengaturan distribusi dan penyediaan
juga peningkatan pengawasan gilir giring dan pila tanam.











