LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Proses pengisian awal atau impounding Bendungan Karian di Kabupaten Lebak akhirnya dibuka oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BWSC3), Jumat, 29 September 2023.
Bendungan Karian berada di lima Kecamatan, yakni Rangkasbitung, Sajira, Maja, Kalanganyar, dan Cimarga.
Lokasi utama impounding Bendungan Karian berada di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung.
Kepala BWSC3, I Ketut Jayada mengatakan, dengan kapasitas total 314 juta meter kubik air, menempatkan Bendungan Karian terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bendungan Jatiluhur dan Bendungan Jatigede.
“Kapasitas yang sangat luas dan besar itu nanti, tentunya akan memberi manfaat. Yang pertama tentu menyuplai air bersih ya, Jakarta, Lebak, Serang juga kena dan Bogor juga kena. Jadi nanti secara bertahap dibangun dan dimanfaatkan secara keseluruhan,” katanya di Bendungan Karian.
Diungkapkannya, proses impounding akan berlangsung secara bertahap. Dengan kondisi saat ini yang masih kemarau maka akan terisi penuh pada tahun 2024.
“Kalau impounding ini secara bertahap, jadi karena musim kemarau, jadi naiknya secara bertahap jadi akan lama sekali jika sampai penuh. Perkiraan kami di bulan April-Mei 2024,” ujarnya.
Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air baku saja, tetapi juga untuk pembangkit listrik tenaga hidrolik dan pariwisata.
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di 12 Desa yang sudah terlibat dan yang akan tergenang setelah impounding dilakukan.
“Karena ini merupakan bagian proyek strategis kita bersama, jadi yang ingin kita manfaatkan bersama ini merupakan pengendalian banjirnya. Kemudian untuk irigasinya, di samping juga air bakunya yang lebih besar,” tutur Iti.
Ditambahkannya, Bendungan Karian harus menjaga hulu dengan penghijauan dan lain sebagainya agar tetap terjaga.
“Ini untuk menjaga ekosistem dan lain sebagainya, jadi yang pertama. Dan yang kedua, saya mengapresiasi ini karena ini sudah ada di Kabupaten Lebak,” ucapnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











