SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang mengklaim ketersediaan pangan di Kota Serang masih aman, meskipun pertanian yang mengalami gagal panen semakin bertambah.
Bertambahnya sawah gagal panen tersebut akibat dari dampak iklim El Nino yang melanda beberapa wilayah, khususnya Kota Serang.
Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dan Penyuluhan pada DKP3 Kota Serang Andriyani mengatakan, sawah yang mengalami puso di Kota Serang tidak akan mengancam ketersediaan pangan di Kota Serang.
Sebab, hanya beberapa persen saja dari seluruh lahan pertanian yang ada di Kota Serang.
“Insyaallah ini tidak akan mengganggu ketahanan pangan di Kota Serang. Karena yang terkena puso ini sisa dari lahan sawah yang belum tertanam, karena hampir diperiode ini sudah pada panen,” ucapnya.
Ia menuturkan, dari sejumlah 8.745 hektare sawah yang berada di Kota Serang, hanya terhitung sekitar tiga persen saja yang saat ini mengalami puso.
“Yang terkena ini rata-rata yang sudah di atas 30 hari dari masa tanam. Dari luas lahan sawah Kota Serang sejumlah 8.475 hektare, kalau kita hitung hanya tiga persen saja yang saat ini mengalami puso,” tuturnya.
Meski demikian, dengan bertambahnya sawah yang mengalami gagal panen, akan berpengaruh untuk warga Kota Serang terutama para petani.
“Tapi ini tetap merupakan gangguan, musibah bagi para petani. Penanganan kita sejauh ini dari tim penyuluh dibantu petugas POPT melakukan pengawalan yang lebih intensif. Kita juga berikan arahan terutama bagi lahan yang tidak terairi air agar jangan melakukan aktivitas tanam sampai dengan turunnya hujan,” katanya.
Pihaknya juga mengaku telah mengusulkan beberapa program untuk penhembalian dampak dari iklim El Nino dan pengendalian inflasi.
“Kemudian dianggaran perubahan ini, Pak Kadis mengusulkan beberapa program di samping pengendalian inflasi juga untuk pengembalian dampak dari El Nino, dan juga membuat beberapa pompa air guna mengatasi hal serupa,” katanya.
“Kita juga ajukan lakukan perbaikan pada jalur irigasi agar ketika air ada, aliran air itu lanca,” imbuhnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak











