TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-391 Kabupaten Tangerang yang jatuh pada 13 Oktober 2023 terlihat mirip dengan logo HUT ke-394 Kabupaten Kebumen.
Logo HUT Kabupaten Tangerang mirip dengan HUT Kabupaten Kebumen ramai di akun Instagram @pemkabtangerang. Salah seorang netizen mengirimkan logo HUT Kabupaten Kebumen di akun Instagram @pemkabtangerang tersebut saat launching logo HUT Kabupaten Tangerang.
“Oops aku dapat kiriman tag,” sebutnya sembari meng-share logo HUT Kabupaten Kebumen.
Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Memed Chumaidi mengatakan, logo tidak hanya sebatas penanda sebuah identitas tertentu, tetapi juga sebagai representasi sebuah kualitas, pengalaman, rasa, dan sebagainya.
“Logo adalah sebuah gambar atau seni lukis yang dibuat oleh kreativitas pencipta maka dapat diartikan termasuk sebagai hak cipta, dan dicatatkan sebagai ciptaan,” ungkapnya, Selasa, 3 Oktober 2023, kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Kata Memed, Logo HUT Kabupaten Tangerang memang agak mirip dengan logo HUT Kabupaten Kebumen. Walaupun ada pembeda dari angka dan tambahan liukan seni di atas angka.
“Saya menilai, kreatifitas seni pembuat logo ini yang mempertanggung jawabkan. Jangan sampai ada kesan Pemkab Tangerang itu melakukan plagiat atas kreatifitas seni orang, karena ada kesan logo tersebut copy paste dengan logo Kabupaten Kebumen,” ucapnya.
Ia tidak ingin ada gugatan atas kreatifitas seni seseorang yang di-copy paste oleh daerah, seperti Kabupaten Tangerang.
“Amat sayang sekali jika benar itu plagiarisme, maka kesan miskin kreasi seni yang disematkan untuk daerah sebesar Kabupaten Tangerang,”katanya.
Dirinya juga khawatir jika terjadi gugatan atas logo atau hak cipta ini yang bisa membuat malu Pemkab Tangerang.
“Hak Cipta dapat dikatakan lebih sebagai objek yang dilindungi paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra (art and literary),”pungkasnya.
Sementara itu, pihak terkait yang mendesain logo HUT Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi.
Reporter: Mulyadi
Editor : Aas Arbi











