“Secara umum semua satwa liar mempunyai kemampuan menghindar atau sembunyi dari ancaman predator maupun pemburu. Namun belum banyak yang diketahui mengenai bagaimana karakteristik Badak Jawa dalam menghindari predator maupun pemburu,” katanya.
Sampai saat ini yang umum diketahui hanyalah Badak Jawa akan bereaksi melarikan diri ketika bertemu dengan orang secara mendadak atau dalam kondisi tertentu berbalik menyerang. Kemampuan penciuman dan pendengaran Badak Jawa diyakini membuat Badak Jawa hampir selalu mampu menghidar dari predator jauh sebelum bertemu dengannya.
“Selain itu juga Badak Jawa membutuhkan daerah jelajah tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan akan menentukan pola perilakunya di alam. Berdasarkan hasil pengamatan petugas, sebelum tahun 2020 baik secara langsung maupun tidak langsung Badak Jawa sering terpantau melewati jalur wisata atau trekking pantai selatan Semenanjung Ujung Kulon dan sekitarnya,” katanya.
Saat ini tanda-tanda Badak Jawa jarang ditemukan di jalur tersebut. Padahal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Badak Jawa membutuhkan daerah jelajah tertentu dan menentukan pola perilaku di alam.
“Sehingga Badak Jawa cenderung
menghindar jalur-jalur yang berpotensi sering dilewati untuk beraktifitas. Mempertimbangkan potensi dampak aktifitas tersebut di wilayah Semenanjung Ujung Kulon terhadap perilaku Badak Jawa, maka perlu dilakukan kegiatan pembatasan kunjungan,” katanya.
Hal itu dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem guna mewujudkan keseimbangan alam hayati serta mengembalikan kondisi ekosistem kawasan sesuai dengan fungsinya.
“Berkaitan dengan pemulihan ekosistem dan optimalisasi perlindungan, pengamanan habitat Badak Jawa maka mulai tanggal 1 November 2023 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan Balai Taman Nasional Ujung Kulon menutup Jalur trekking di seluruh wilayah Semenanjung Ujung Kulon dan jalur trekking Kunjungan ziarah ke Sanghyang Sirah,” katanya.
Ziarah ke Sanghyang Sirah, diperkenankan hanya melalui Bidur Karang Ranjang- Kalejetan-Legon Pakis. Adapun kegiatan trekking dan wisata alam terbatas masih bisa dilaksanakan pada lokasi sebagai berikut.
Yaitu Pulau Peucang (trekking dan wisata perairan ), Kepulauan Handeleum (wisata perairan).
Pulau Panaitan, dengan trekking jalur Legon Butun-Legon Bajo-Ciharashas. trekking jalur Legon Butun-Karang Masjid-Karang Jajar-Legon Bajo-Legon Butun dan trekking jalur Pendakian Citambuyung-Gunung Raksa.
Lalu kunjungan ke Gunung Honje, pengunjung bisa trekking jalur Goa Ciguha, trekking jalur Sungai Cicegog, trekking Jalur Curug Cikawung, trekking Jalur Curug Dengdeng.
Bisa juga trekking Jalur Curug Batususuan, trekking Jalur Curug Cihangasa, trekking Jalur Mata Air Panas Cibiuk.
Trekking Jalur Mata Air Panas Cisaat, trekking Jalur Curug Ciburuluk, trekking Jalur Pendakikan Puncak Gunung Honje. Kemudian Penziarahan Gunung Tilu, dan Penziarahan Paniisan.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak












