PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Irna Narulita melakukan monitoring budidaya tanaman Sorgum di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Saat ini, tanaman sorgum yang dimonitoring Bupati Irna tengah dikembangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di sejumlah wilayah.
Menurut Bupati Irna Narulita, Sorgum adalah tanaman serealia yang berasal dari Afrika Timur sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia.
“Tumbuhan ini punya nutrisi tinggi. Bisa sebagai pengganti beras,” katanya dikutip RADARBANTEN.CO.ID dari Instagram, @irnacenter, Selasa 24 Oktober 2023.
Di Pandeglang, sorgum dibudidayakan di beberapa kecamatan. Total seluas 185 hektar selama dua tahun terakhir. Sorgum bisa ditanam di lahan kering.
“Tanaman sorgum ini bisa dibudidaya di lahan-lahan kering dan juga lahan produktif atau sawah. Bisa dipanen sampai 3 kali dalam sekali tanam,” katanya.
Sorgum memiliki tingkat kandungan serat atau fiber jauh lebih banyak dibandingkan beras. Menjadikan durasi kenyang ketika memakan sorgum lebih lama.
“Sehingga mengonsumsi sorgum tidak sebanyak mengonsumsi nasi, karena sifat serat yang memberikan rasa kenyang lebih lama,” katanya.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir membenarkan saat ini budidaya sorgum tengah dikembangkan di lahan 185 hektar.
“Sorgum dikembangkan karena ekonomis. Selain dapat dipanen biji sorgum-nya tapi juga batang dan daunnya bisa untuk pakan ternak bahkan kalau diolah lagi bisa menjadi gula,” katanya.
Masa tanam sorgum ini kurang lebih 3,5 bulan. Per hektar tanaman sorgum menghasilkan panen antara 4-5 ton biji sorgum.
“Kandungan serat biji sorgum ini seratnya melebihi beras. Jadi lebih kenyang mengonsumsi sorgum,” katanya.
Tanaman sorgum sendiri bisa ditanam di lahan kering telantar. Jadi memang sebaiknya lahan telantar dimanfaatkan budidaya Sorgum.
“Untuk saat ini petani yang sudah budidaya tersebar di Kecamatan Cibitung, Cikeusik, Cimanggu, Cigeulis, Panimbang, Jiput dan Kecamatan Carita,” kata Nasir.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi
“Lahan kering yang penting ada air cukup tidak harus basah semisal lahan padi sawah, dan saat ini hasil panen sudah dibeli PT Nestle,” pungkasnya. (*)











