Di samping itu, juga jangan dilupakan pengalaman berani India, yaitu boikot yang dilakukan oleh rakyat India di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi melawan penjajah Inggris di India.
Begitupun boikot dilakukan sebagai perjuangan rakyat Vietnam melawan penjajah Amerika dan Prancis sampai mereka memperoleh kebebasan dan kemerdekaan.
Menurutnya, boikot dapat memberikan dampak luar biasa bagi negara yang diboikot. Seperti pernah dialami perusahaan Amerika di wilayah Arab pada tahun 2002. Akibat kampanye boikot yang populer pada tahun itu, mereka merugi sekitar USD 250 juta.
Kerugian ini pun berimbas penurunan volume penjualan sebesar 10 persen pada peralatan listrik dan elektronik Amerika, dan 50 persen pada restoran cepat saji dan beberapa jenis kosmetik.
Perusahaan-perusahaan Amerika, terutama perusahaan kecil dan menengah, juga merasakan bahaya penyebaran kampanye boikot ke pasar-pasar Islam yang besar seperti Pakistan dan Indonesia.
Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan Amerika untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang perilaku konsumen di negara negara yang mayoritas muslim.
“Langkah yang mereka ambil ialah mengorganisir kampanye media periklanan yang terfokus untuk mengurangi jumlah kerugian akibat boikot tersebut. Di antaranya seperti yang dilakukan agen lokal untuk restoran cepat saji dengan menerbitkan iklan di surat kabar lokal di berbagai negara Arab. Isi pesannya yaitu menyangkal rumor bahwa beberapa perusahaan Amerika menyumbangkan pendapatan sepanjang hari ke Israel,” ungkapnya.
Dalam konteks kampanye boikot yang dilatarbelakangi invasi militer Israel ke Gaza, Palestina, maka kerugian serupa sangat mungkin terjadi pada pihak negara yang diboikot.
Apalagi, hingga akhir pekan ini, sudah hampir 30 negara di dunia menyerukan boikot terhadap produk atau produk yang pro Israel dan negara yang membantu Israel.
“Kampanye boikot sangat strategis sebagai cara menekan untuk menyudahi konflik Israel-Palestina. Cara ini merupakan pendekatan siyasah kharijiyah dari masyarakat Islam di dunia untuk membela dan memperjuangkan nasib saudaranya. Semoga dengan jihad yang sah ini, negeri Palestina dapat segera memperoleh kemerdekaannya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











