PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang menggelar sosialisasi data indikator strategis tahun 2023 di DM Tirta Persada Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Acara ini dihadiri oleh Asisten Daerah (Asda) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Nuriah; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Kurnia Satriawan; dan Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto.
Sosialisasi data indikator strategis tahun 2023 ini juga dihadiri oleh 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memaparkan hasil survei data BPS Kabupaten Pandeglang terkait indikator strategis tahun 2023, baik mengenai peningkatan maupun penurunan data.
“Data yang kami sampaikan mencakup berbagai indikator seperti sosial, kependudukan, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, kemiskinan, pertumbuhan manusia, dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Widijanto, Senin, 4 Desember 2023.
Lanjutnya, misalnya dalam hal angka kemiskinan di Pandeglang, bahwa BPS Kabupaten Pandeglang melihat adanya peningkatan yang menggembirakan. Begitu pula dengan indeks ketimpangan, yang masih terfokus pada kelompok tertentu saja.
Dalam penjelasannya, diketahui bahwa angka pengangguran mengalami penurunan yang terlihat dari kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Namun, tiap tahunnya tetap tidak bisa dipastikan.
“Kondisi pengangguran dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah, seperti dalam pembukaan lapangan pekerjaan, yang kedua kemudian zona angkatan kerja yang siap bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, Asda Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Nuriah, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Pandeglang atas informasi yang sangat diperlukan dalam perencanaan Pemerintah ke depan, serta dalam mencapai indikator strategis di Kabupaten Pandeglang.
“Data yang dipaparkan pada tahun 2023 menunjukkan penurunan angka kemiskinan secara grafis, meskipun masih berada di peringkat tertentu. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Pandeglang untuk terus berupaya menurunkan angka kemiskinan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nuriah membicarakan masuknya investor ke Kabupaten Pandeglang yang telah mencapai lebih dari 75 persen dari target yang ditetapkan.
“Ini mencerminkan usaha kami menciptakan lingkungan yang menarik bagi investor dengan potensi pertanian dan sektor pariwisata yang kuat, menjadikan Pandeglang sebagai sentra yang membanggakan di Provinsi Banten,” paparnya.
Nuriah berharap, sosialisasi data indikator strategis ini dapat meningkatkan fokus semua OPD di Kabupaten Pandeglang terhadap data yang valid.
“Update data yang terus-menerus sangat penting karena BPS memerlukan data yang valid dari OPD, yang memerlukan tenaga khusus operator untuk memastikan keakuratan data tersebut,” tandasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











