TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kembali menyinggung kegagalan program food estate milik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Selain itu, Hasto juga mengatakan, di tengah kesulitan ekonomi, Prabowo diketahui justru meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah utang untuk pembelian alutsista di Kemenhan.
Hasto mengatakan, program food estate yang dijalankan Prabowo Subianto hanya menghamburkan anggaran negara triliunan rupiah tanpa hasil yang jelas. Padahal sambungnya, jika hanya untuk menanam ketela, anggaran yang dikeluarkan tidak harus mencapai triliunan rupiah.
“Ini menanam ketela dengan membabat hutan perlu triliunan rupiah. Kemana duitnya? Yang namanya petani itu nanem ketela tidak perlu ongkos triliunan rupiah,” ujar Hasto saat melakukan kunjungan politiknya menemui kader PDIP Kota Tangsel, Senin 11 Desember 2023.
Hasto mengatakan, selain itu Prabowo Subianto juga dinilai tidak mememperhatikan kesulitan rakyat dan lebih memilih menambah utang hanya untuk membeli alutsista di Kementeriannya.
Padahal menurut Hasto, saat ini yang terpenting harusnya bagaimana ekonomi masyarakat dapat diselamatkan terlebih dahulu, ketimbang mengekuarkan anggaran apalagi menambah hutang untuk hal yang tidak urgent.
“Kita tahu kalau bertanya pada ibu-ibu, harga kebutuhan pokok naik, menghadapi hal itu yang dilakukan Prabowo Subianto memilih utang Rp 386 triliun untuk beli alutsista. Memangnya kita mau perang? Padahal yang kita perangi itu kemiskinan,” ujar Hasto.
Hasto menegaskan, dibawah kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, ia mempercayai perekonomian masyarakat akan didahului daripada membuang anggaran untuk hal yang tidak prioritas.
Ia juga memastikan jika Ganjar-Mahfud terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, seluruh masyarakat Indonesia akan dimudahkan seluruh urusan pendidikan dan kesehatannya cukup hanya dengan KTP terintegritas.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi











