SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah dinamika politik yang masih didominasi laki-laki, hadirnya sosok Nia Purnama Sari menjadi representasi perempuan tangguh yang membawa semangat perubahan.
Dikenal luas dengan julukan “Wadon Serang”, ia membuktikan bahwa kiprah sebagai wakil rakyat bukan hanya soal fungsi legislasi, melainkan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, sosok yang akrab disapa Purnama ini menjadi refleksi bahwa perjuangan emansipasi belum berhenti. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Raden Ajeng Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan modern.
“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan, bukan hanya sebagai simbol, tapi sebagai aksi nyata dalam memperjuangkan hak dan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk politik,” ujar Nia saat berbincang dengan Radar Banten, Senin 20 April 2026.
Meski memiliki jadwal yang padat di kursi parlemen, Nia tidak melupakan kodratnya. Di sela-sela kesibukannya yang menyita waktu, ia tetap menjadi sosok istri dan ibu rumah tangga yang bertanggung jawab. Baginya, kesuksesan di ranah publik harus berjalan beriringan dengan keharmonisan di dalam rumah.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil 1 Banten, Purnama dikenal sangat aktif turun langsung ke masyarakat. Ia kerap menyerap aspirasi warga, mulai dari persoalan pendidikan, kesejahteraan perempuan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dalam pembangunan.
“Perempuan hari ini harus berani mengambil peran. Kita tidak hanya menjadi pelengkap, tapi juga pengambil keputusan yang bisa menentukan arah pembangunan,” tegas sang Wadon Serang.
Dalam menjalankan tugasnya, Nia menempatkan dirinya sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Ia memastikan setiap aspirasi yang diterima tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi diperjuangkan menjadi kebijakan konkret.
Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nia konsisten membawa nilai keberpihakan kepada masyarakat kecil. Hal ini tercermin dari fokusnya pada program-program yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Di sisi lain, kehadiran Nia di DPRD Banten juga menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia mendorong agar perempuan tidak ragu untuk bermimpi besar dan terjun ke ruang-ruang strategis.
“Saya ingin perempuan-perempuan muda di Banten percaya diri untuk bermimpi besar dan tidak ragu terjun ke dunia politik maupun sektor publik lainnya,” ungkapnya.
Bagi Purnama, politik bukan sekadar ruang kekuasaan, melainkan wadah untuk mengabdi. Ia berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat selama dipercaya mengemban amanah.
Semangat yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini menjelma dalam sosok-sosok perempuan masa kini seperti Nia Purnama Sari. Dari ruang parlemen hingga kembali ke rumah sebagai ibu yang bersahaja, ia terus melangkah memastikan suara rakyat tetap terdengar.
Editor: Abdul Rozak











