TANGERRANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingginya intensitas hujan di Kota Tangerang mendapat perhatian serius dari Pegiat Pemilu Ahmad Syailendra.
Syailendra pun meminta Pemda berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu terkait potensi TPS yang berada di wilayah-Wilayah banjir.
Syailendra mengatakan, langkah antisipatif yang pertama yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah yang memiliki kekuasaan atas wilayah dan teritorial yakni dengan mengambil langkah-langkah kebijakan di awal tahun yang konkret dan tepat sasaran.
Selanjutnya, sambung Syailendra, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu terkait Potensi TPS yang berada di wilayah-Wilayah banjir.
“Tujuannya agar dapat melakukan mitigasi bersama sebagai langkah konkret menyiapkan segala sesuatu yang mungkin terjadi (banjir),” ujarnya, Minggu 6 Januari 2023.
Syailendra mengatakan, penyelenggara pemilu harus bersikap open data terhadap pemerintah daerah terkait potensi wilayah-wilayah yang dimaksud. Hal itu bertujuan agar sinergitas kedua belah pihak dapat berjalan dengan baik.
“Penyelenggaraan pemilu tidak hanya milik KPU semata namun menjadi tanggung jawab Bersama stake holder terkait agar pemilihian umum 2024 berjalan dengan baik sesuai dengan harapan Bersama,” Imbuhnya.
“Yang terpenting masing-masing memahami tugas dan tanggung jawabnya demi tujuan yang sama suksesnya Pemilu 2024 dan Masyarakat gembira dalam menyambut Hari pemungutan suara tanggal 14 Februari 2024,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kota Tangerang ini.
Syailendra mengatakan, resiko bencana alam bisa saja terjadi seperti di desa sayung Demak di beberapa TPS namun proses pemungutan suaranya tetap berlangsung.
Seperti di ketahui, setiap kali tahapan pemilihan umum yang berlangsung hari dan tanggal pemungutan suaranya sejak era reformasi yakni Rabu 7 Juni 1999, Rabu 5 April 2004, Rabu 9 April 2009, Rabu 9 April 2014, Rabu 17 April 2019.
Meskipun masih dalam musim hujan namun curah hujan terbilang biasa dan meskipun resiko bencana alam bisa saja terjadi seperti di desa sayung Demak di beberapa TPS namun proses pemungutan suaranya tetap berlangsungsaat pemilu 2019.
Berdasarkan data BPBD Banten, peta wilayah banjir di Provinsi Banten terdapat titik titik rawan banjir di Kota Cilegon terdapat di 4 kecamatan dan 10 kelurahan, Kota Serang 4 Kecamatan, Kabupaten Serang 21 Kecamatan dan159 desa/kelurahan, Kota Tangerang 13 Kecamatan dan 50 kelurahan, Kota Tangerang Selatan 4 Kecamatan dan 13 Kelurahan, Pandeglang 10 kecamatan dan 59 desa/kelurahan, kabupaten lebak 5 kecamatan dan 28 desa/kelurahan.
Meskipun titik dalam desa/kelurahan tidak menyeluruh hanay terdapat di Sebagian tempat dalam satu desa/kelurahan dimaksud. Sedangkan kabupaten Tangerang berdasarkan data jumlah kejadian bencana alam banjir terdapat di sembilan kecamatan dan 42 titik kejadian pada tahun 2022.
Berdasarkan data di atas ada 70 kecamatan dari 155 kecamatan di banten dan 262 desa/kelurahan dari 1813 desa/kelurahan yang terdapat di provinisi banten.
Pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu mesti menyiapkan Langkah antisipasi untuk dapat membuat beberapa scenario agar Tahapan penyelenggaraan pemilu dapat tetap berlangsung, di Tengah kondisi yang ada. Agar Tahapan peilihan Umum 2024 bisa berjalan dengan baik dan lancar, segala sesuatunya sudah di antisipasi dengan baik.
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi, persnya jumat, 9/9/2023 lalu menyebut jika puncak musim hujan 2023-2024 umumnya diprakirakan pada bulan Januari-Februari 2024.
Dengan demikian mitigasi yang pertama di lakukan adalah pemetaan TPS daerah pada wilayah-wilayah banjir, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.
Berdasarkan data BNPB, bencana Indonesia yang di update pada 3 Januari 2024 ada 4.936 kejadian bencana alam, dengan rincian kejadian; gempa bumi (31), erupsi gunung api (4), karhutla (1.802), banjir (1.166), cuaca ekstrem (1.155), tanah longsor (579), kekeringan (168), gelombang pasang (31). Kejadian bencana alam mendominasi adalah kebakaran hutan dan lahan, banjir dan cuaca ekstrim. bencana alam menimbulkan korban meninggal dunia 262 jiwa, hilang 33 jiwa, 5.781 luka-luka dan terdampak dan mengungsi 8.823.303.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Abdul Rozak











