SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Banten.
Berdasarkan hasil memonitor perkembangan kondisi cuaca dan iklim di wilayah Provinsi Banten, BBMKG melihat adanya potensi cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, dalam 24 jam terakhir hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di Mandalawangi Kabupaten Pandeglang dengan insentitas 83.3 mm/hari, di Malingping Kabupaten Lebak insentitas hujan mencapai 102.5 mm/hari, dan Kramatwatu Kabupaten Serang intensitas hujan sebesar 62.4 mm/hari.
Beberapa fenomena atmosfer yang terpantau cukup signifikan dan dapat memicu peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Banten antara lain adalah aktivitas Monsun Asian dan aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO).
“enguatnya aktivitas Monsun Asia yang disertai potensi seruakan dingin sehingga dapat menyebabkan adanya peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan sebelah selatan ekuator. Dan aktifnya MJO di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah turut memicu potensi peningkatan awan hujan,” ujar Hartanto dalam siaran pers yang diterima Radar Banten, Minggu 21 Januari 2024.
Selain itu, cuaca ekstrem ini dipicu oleh terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Laut Jawa dan Pulau Jawa bagian barat hingga bagian tengah yang disebabkan oleh adanya sistem tekanan rendah di sekitar Australia dan di Samudra Pasifik tenggara Papua.
Berdasarkan analisis potensi dinamika atmosfer di atas, sebagian wilayah yang perlu diwaspadai untuk potensi Hujan Sedang-Lebat di wilayah Provinsi Banten.
Periode 20-22 Januari 2024
- Kab. Pandeglang
- Kab. Serang bagian Barat dan Selatan
- Kab. Tangerang bagian Tengah
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
Periode 23-26 Januari 2024
- Kab. Pandeglang bagian Barat
- Kab. Tangerang bagian Tengah
BMKG menghimbau kepada masyarakat dan instansi terkait agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang hingga sepekan ke depan.
“Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aditya











