SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Untuk merawat dan menjaga demokrasi, Election and Democracy Studies (EDS) resmi dilaunchingkan. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh, hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Provinsi Banten.
Direktur ESD Yhannu Setiawan mengatakan, demokrasi harus terus dipelihara dan dijaga agar masyarakat dapat tumbuh dan berkembang.
“Melalui pemilihan umum (Pemilu), demokrasi dapat bergerak dan berjalan ke arah yang lebih baik,” ujar Yhannu, di Kantor Election and Democracy Studies yang bertempat di Highland Park, Cluster Huston, Minggu 21 Januari 2024.
Dijelaskan Yhannu, meski demokrasi bukan suatu tatanan sempurna sebagai ruang bicara, ruang gagasan, dan ruang diskusi, namun kesetaraannya yang menjadikan gagasan demokrasi sebagai tatanan terbaik yang dimiliki manusia saat ini.
“Untuk merawat dan menjaga Demokrasi, Election and Democracy Studies (EDS) didirikan pada Januari 2024 dengan maksud sebagai organisasi independen nirlaba yang berfokus pada kajian-kajian kepemiluan, demokrasi dan tata kelola pemerintahan,” jelasnya.
Dituturkan Yhannu, EDS mengkhususkan diri sebagai organisasi yang mendorong perbaikan sistem pemilu berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang baik untuk menciptakan ekosistem demokrasi yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“EDS didirikan oleh mereka yang memiliki pengalaman, keilmuan, dan ketertarikan yang kuat di bidang hukum dan demokrasi khususnya hukum pemilu,” tuturnya.
Yhannu mengatakan, dengan berdirinya idealisme yang baik akan mencerminkan demokrasi yang baik. EDS juga bertujuan untuk mengkaji dan mempromosikan kesadaran pemilu dan demokrasi dengan mewujudkan hukum pemilu yang setara, berkeadilan, dan inklusif.
“Penamaan Election and Democracy Studies oleh pendirinya karena cita-cita untuk membuat suatu pusat data dan informasi kepemiluan, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan. Dalam mengakomodasi cita-cita tersebut, terbentuklah EDS,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi

