LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan deras selama seharian mengakibatkan Tugu Romusa peninggalan Tan Malaka di Jalan Nasional III Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, roboh. Peristiwa terjadi pada Jumat 19 Januari 2024.
Nela, salah seorang warga Bayah mengatakan, tugu tersebut roboh saat hujan deras selama seharian terjadi pada wilayah Kecamatan Bayah.
“Kemarin kondisi hujan deras, jadi saat hujan tugu sudah roboh, bagian pondasinya juga terangkat karena tanahnya juga ambles,” kata Nela kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 21 Januari 2024.
Namum Nela mengungkapkan, tidak mengetahui secara pasti penyebab tugu bersejarah tersebut roboh. Diduga karena kondisi tanah ambles sehingga tugu roboh, saat hujan deras yang terjadi selama seharian di Bayah.
Lebih lanjut Nela menuturkan kondisi tugu yang tidak terawat dan usang menjadi faktor lain, tugu yang monumental di Banten ini roboh.
“Jadi pas hujan deras tugu sudah kondisi roboh, jadi sekarang masih dalam keadaan roboh. Karena kondisi tugu sudah puluhan tahun,” ujarnya.
Untuk diketahui, Tugu Romusa merupakan monumen yang dibangun Tan Malaka pada 1946. Tugu ini memiliki tinggi sekira tiga meter. Dibangun tugu ini olah Tan Malaka di Bayah, untuk mengenang warga yang tewas pada zaman penjajahan Jepang.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, hujan deras terjadi menyeluruh di wilayah Kecamatan Bayah dan umumnya Kabupaten Lebak.
“Hujan deras memang terjadi pada wilayah Kabupaten Lebak, termasuk di Bayah dan Cibeber terjadi cukup deras. Intensitas hujan juga cukup deras 100 MM per detik,” kata Febby.
Untuk diketahui berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Banten akan terjadi dari tanggal 20-26 Januari 2024.
“Untuk warga tetap waspada dan berhati-hati, karena kondisi cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah Banten,” imbaunya.
Reporter: Nurandi
editor










