CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ribuan warga binaan pemasyarakatan atau WBP Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon dipastikan mendapat hak pilihnya pada Pemilu 2024.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon Yosafat Rizanto menyampaikan bahwa di Lapas Cilegon terdapat 1.825 narapidana. Namun, hanya 1.733 narapidana saja yang terdaftar dalam DPT atau yang memiliki hak untuk memilih.
“Ini sesuai ketentuan dari KPU Kota Cilegon, hanya 1.733 yang bisa memilih, kalau yang lainnya itu tidak memenuhi syarat untuk memilih,” katanya, melalui keterangan tertulis, Rabu 7 Februari 2024.
Untuk itu, pihaknya mengapresiasi kepada KPU Cilegon yang intens melakukan koordinasi ke Lapas Cilegon guna memberikan hak pilih kepada ribuan warga binaan di Lapas Cilegon.
“KPU sangat intens melakukan koordinasi kepada kami, mulai dari sosialisasi dan simulasi pemilihan hingga sosialisasi pemilihan yang dilakukan di lapangan terbuka dalam lapas pada Rabu 7 Februari 2024 sore,” katanya.
“Semoga sosialisasi-sosialisasi yang sudah dilakukan dapat memberikan pemahaman akan pentingnya partisipasi di Pemilu 2024 ini. Jadi hak pilih ini merupakan hak asasi setiap warga negara, termasuk juga narapidana,” lanjut Yosafat.
Selain itu, kata Yasofat, adanya sosialisasi juga dapat menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam pemilihan, serta memberikan pemahaman tentang konsekuensi hukum bagi pelanggar aturan pemilu.
“Diharapkan setiap warga binaan dapat memahami dengan baik hak dan kewajiban mereka sebagai pemilih, serta memilih secara bijaksana sesuai dengan keyakinan dan pengetahuan yang dimiliki,” tuturnya.
Dengan demikian, langkah ini juga menunjukkan komitmen Lapas Kelas IIA Cilegon dalam mendukung proses demokrasi yang transparan dan inklusif, serta memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum.
Dengan kesadaran yang ditingkatkan melalui sosialisasi ini, diharapkan warga binaan dapat menjadi bagian yang lebih aktif dan bertanggung jawab dalam mewujudkan proses demokrasi yang kuat dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Raju
Editor: Aas Arbi












