PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Maemun (40), seorang nelayan asal Kampung Cikawung Sabrang, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, ditemukan tewas di Perairan Pulau Handeuleum, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon atau TUNK. Nelayan bernama diduga tewas usai diseret buaya muara.
Menurut Kepala Balai TNUK Ardi Andono, korban diketahui membawa perahu ketinting seorang diri menuju perairan Pulau Handeuleum. Tujuan korban untuk mencari lobster atau ikan dengan cara menyelam.
“Korban berangkat pada hari Senin, 12 Februari 2024 sekira pukul 16.00 WIB. Menuju Pulau Handeuleum,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 13 Februari 2024.
Saat berangkat, korban bersama empat orang teman lainnya. Yakni, Endang, Rahmat, Pendi dan Armin. Mereka masing-masing membawa perahu.
“Jumlah perahu yang berangkat saat itu sebanyak empat perahu,” katanya.
Sesampainya di perairan Pulau Handeuleum, korban menyelam mencari ikan. Diperkirakan Selasa, 13 Februari 2024, pukul 02.00 WIB, korban menghilang.
“Lokasi korban dinyatakan hilang di sungai -sungai sekitar Pulau Handeuleum. Yang merupakan habitat buaya muara (Crocodylus porosus),” katanya.
Kata Ardi, petugas baru menerima laporan di Resort Peucang-Handeuleum pada pukul 08.00 WIB dari warga Cikawung Sebrang bernama Asep. Petugas menghubungi keluarga korban dan mempersiapkan pencarian awal dengan menggunakan KM Bacusa.
“Pencarian dibantu nelayan dan rekan korban. Pencarian di pimpin oleh Polhut TNUK saudara Nana Suhana,” katanya.
Sekira pukul 12.00 WIB, pencarian dengan melibatkan 30 menggunakan 10 perahu ketinting dimulai.
“Pada Pukul 13.00 WIB, korban ditemukan dalam keadaan wafat. Selanjutnya dibawa ke oleh pihak keluarga,” katanya.
“Kami berharap warga tidak melakukan pengambilan biota Laut di TNUK karena merupakan habitat buaya. Pertimbangan keselamatan harus diutamakan,” imbuhnya.
Editor : Merwanda












