PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga gabah panen di Kabupaten Pandeglang saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dipicu oleh tingginya permintaan dan kualitas yang baik.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nuridawati mengungkapkan, bahwa sebelumnya harga gabah jenis gabah kering giling (GKG) berkisar Rp5.800 per kilogram, sedangkan jenis gabah kering panen (GKP) sekitar Rp4.800 per kilogram.
“Mulai bulan ini, harga gabah naik secara signifikan. Sekarang, harga gabah jenis GKG mencapai Rp9.000 per kilogram, sedangkan GKP sekitar Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram,” ungkapnya, Jumat 16 Februari 2024.
Nuridawati menyatakan kenaikan harga ini sebagian besar disebabkan oleh upaya pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah dengan memperluas luas tambah tanam (LTT), terutama menjelang masa panen pada bulan Maret-April 2024.
“Kami berharap harga gabah dapat stabil kembali, karena kenaikan harga gabah berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran, yang pada akhirnya akan memengaruhi masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan, pada tahun 2023, lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang mengalami kekeringan akibat dari dampak El Nino.
“Kami menghadapi kekeringan tahun lalu, tetapi ketika hujan turun pada bulan Desember, petani di daerah utara segera menanam padi, sementara di daerah selatan, yang mendapat banyak air dari curah hujan, penanaman dimulai sejak awal Januari,” jelasnya.
Terkait dengan perekonomian saat ini, ia menjelaskan bahwa situasinya terasa tidak stabil. Namun, diharapkan distribusi beras dari Bulog pada bulan ini dapat mengalir ke pasaran, sehingga harga beras dapat kembali normal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Pandeglang, petani cenderung menggunakan gabah kering panen (GKP) lebih banyak daripada gabah kering giling (GKG).
“Pilihan antara GKP dan GKG tergantung pada pembeli, namun secara umum, GKP lebih banyak diminati,” ujarnya.
Meskipun menghadapi kenaikan harga gabah, diharapkan masalah ini dapat segera teratasi. Namun, peran Bulog juga penting dalam menstabilkan pasokan beras di pasaran.
Salah satu petani Wahyu menyatakan bahwa kenaikan harga gabah sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu, sehingga ia merasa sedikit kesulitan dalam melakukan penanaman.
“Iya, harga gabah sekarang sudah naik sampai Rp8.500 per kilogram untuk GKG, dan lebih dari Rp9.000 untuk GKP. Saya berharap harga bisa turun lagi,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











