PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat kesadaran menggunakan alat kontrasepsi pria atau kondom di Kabupaten Pandeglang masih rendah, terutama di kalangan pria atau pasangan suami istri. Itu karena stigma bahwa penggunaan alat kontrasepsi hanya menjadi tanggung jawab wanita untuk mencegah kehamilan.
Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) pada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Pandeglang, Imas R, mengungkapkan, meskipun penggunaan kontrasepsi sering dianggap sebagai tanggung jawab wanita, pria yang telah menikah juga seharusnya dianjurkan.
Sayangnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang memahami pentingnya penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi tersebut.
“Jadi kalau kondom hanya sebagian besar saja kali, ya bagi mereka yang mengerti, memahami saja penggunaan kondom, ada yang masih memakai dan ada yang tidak memakai, mungkin kebanyakan wanita yang menggunakan KB baik itu penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang spiral (IUD) dan implan atau menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek berupa pil dan suntik,” ungkapnya, Senin, 19 Februari 2024.
Dikatakannya, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Pandeglang telah melakukan sosialisasi tentang penggunaan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
“Kalau untuk alat kontrasepsi kondom kita sudah upayakan juga ke masyarakat minta tolong ke tim pendamping keluarga untuk menyosialisasikan penggunaan kontrasepsi kondom tersebut,” katanya.
Ia menyampaikan, terkadang masih ada pandangan pemahaman seperti orang dahulu, banyak anak banyak rezeki, tentunya bagi BP3AKB Kabupaten Pandeglang pemahaman itu tak dibenarkan. Maka dari itulah masyarakat harus mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
“Meskipun ada pandangan bahwa memiliki banyak anak berarti banyak rezeki, menurut kami itu adalah pemahaman yang keliru. Dengan adanya program KB, risiko stunting pada keluarga dapat diminimalkan,” tuturnya.
Imas R menambahkan, data menunjukkan penggunaan kontrasepsi kondom di Kabupaten Pandeglang hanya mencapai sekitar 55 persen.
“Dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebesar 3.400, kita hanya berhasil mendistribusikan dan mendapatkan 1.900 alat kontrasepsi atau kondom, sehingga tingkat penggunaannya baru mencapai 55 persen,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











