SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gempa bumi tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat saja, namun juga terjadi di Provinsi Banten. Tercatat, pada hari ini terdapat tiga guncangan gempa yang bersumber di Banten, Minggu 28 April 2024.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG, gempa pertama kali terjadi sekira pukul 06:16:34 WIB dengan kekuatan Magnitudo (M) 3,2 Gempa itu berpusat di Lok:7.14 LS – 105.37 BT (57 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), kedalaman : 5 Km ::BMKG-LEM.
Lalu terdapat gempa susulan berkekuatan M 4,3 sekira pukul 08:19:41 WIB, dengan pusat gempa yang berpusat di Lok:7.16 LS – 105.39 BT (59 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), kedalaman: 10 Km ::BMKG-LEM.
Dan gempa terakhir terjadi pada pukul 09:07:41 WIB dengan kekuatan M 3,5. Gempa itu berpusat di Lok:7.21 LS – 105.34 BT (66 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), dengan kedalaman : 6 Km ::BMKG-KLI.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryanan membenarkan. Katanya, ketiga gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Ketika disingung perihal hubungan gempa di Kecamatan Sumur itu dengan gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang terjadi pada dini hari tadi, Kalak mengatakan, gempa di Sumur tidak ada hubunngannya secara langsung dengan gempa bumi M 6.5 di Garut.
“Kalau hubungan secara langsung itu tidak, tapi karena masih merupakan ‘ring of fire’ maka bisa saja terjadi gempa,” ujar Nana kepada Radar Banten.
Dirinya pun memastikan tidak adanya korban jiwa maupun dampak kerusakn akibat gempa garut maupun gempa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang ini.
“Sampai saat ini belum ada laporan yang terdampak, meskipun getaran gempa tersebut dirasakan di Banten,” ujarnya.
Kalak menuturkan, Banten masuk dalam jalur ‘Ring of Fire’, sehingga potensi gempa bumi dapat terjadi kapan saja. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tetap siaga dan mengenali mitigasi bencana.
Mitigasi bencana perlu dipahami oleh seluruh elemen masyarakat. Hal itu diperlukan untuk mencegah adanya korban jiwa disaat bencana terjadi.
Dikatakannya, terdapat beberapa langkah mitigasi yang harus dilakukan oleh masyarakat saat terjadi gempa bumi. Seperti melindungi kepala dari reruntuhan bangunan dengan berlindung pada meja dan alat lainnya jika berada didalam ruangan.
“Hal yang pertama kita harus lakukan jika terjadi gempa adalah melindungi bagian vital kita seperti kepala dari reruntuhan bangunan. Jika gempa terjadi, kita jangan panik. Berlindunglah dibawah meja sampai gempa selesai,” tuturnya.
Jika guncangan gempa dirasa sudah selesai, masyarakat dapat segera keluar ruangan dan pergi ke tempat yang lebih aman. Hal itu dilakukan karena khawatir akan terjadi gempa susulan.
Lebih jauhnya, Nana meminta kepada warga untuk siaga namun tetap tenang dan selalu mengikuti setiap arahan dari petugas jika suatu saat terjadi bencana. (*)
Editor: Agus Priwandono











