RADARBANTEN.CO.ID – Seni tradisional tarompet asal Kabupaten Pandeglang ikut mencuri perhatian dalam agenda budaya Kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bertajuk Napak Tilas Pajajaran Milangka Tatas Sunda yang digelar di Cirebon, pada Minggu 10 Mei 2026.
Kehadiran para seniman tarompet asal Pandeglang diketahui dari unggahan Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman melalui akun Instagram resminya, @hermansuryatman.
Dalam video yang diunggah, suara khas tarompet Banten terdengar mengiringi arak-arakan budaya Sunda yang sarat nilai sejarah dan spiritual.
“Seni Tarompet ti Pandeglang Banten,” tulis Herman dalam caption unggahannya.
Penampilan para seniman tarompet itu juga menarik perhatian Dedi Mulyadi. Dalam momen tersebut, Dedi sempat berbincang langsung dengan salah seorang peniup tarompet asal Pandeglang.
Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Dedi melontarkan candaan yang langsung disambut gelak tawa warga.
“Isi makna nada itu apa? Kalau kata saya mah hayang duit,” ujar Dedi sambil tertawa.
Tak hanya bercanda, Dedi Mulyadi juga memberikan sejumlah uang kepada seniman tarompet sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku seni tradisional yang masih menjaga warisan budaya Sunda-Banten.
Tarompet sendiri merupakan alat musik tiup tradisional yang telah lama hidup di tengah masyarakat Banten, khususnya di wilayah Pandeglang dan Lebak.
Alat musik ini umumnya terbuat dari kayu dan logam dengan suara melengking khas.
Dalam tradisi masyarakat Banten, tarompet kerap dimainkan dalam berbagai ritual adat, pesta rakyat, helaran budaya, hingga pertunjukan debus dan pencak silat.
Di Kabupaten Pandeglang, seni tarompet berkembang kuat sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pedesaan.
Irama tarompet biasanya dipadukan dengan kendang, bedug kecil, gong, dan alat musik tradisional lainnya untuk mengiringi arak-arakan pengantin, khitanan, hingga acara adat masyarakat Sunda Banten.
Sejumlah budayawan menyebut tarompet Banten memiliki pengaruh kuat dari tradisi kesenian Sunda lama yang berkembang sejak masa Kesultanan Banten dan budaya agraris masyarakat Pajajaran.
Karena itu, suara tarompet kerap dianggap memiliki nuansa magis, heroik, sekaligus membangkitkan semangat.
Keikutsertaan seniman tarompet Pandeglang dalam Kirab Mahkota Binokasih di Cirebon dinilai menjadi bukti bahwa seni tradisional Banten masih eksis dan mendapat tempat di panggung budaya Nusantara.
Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut juga menjadi simbol kuatnya ikatan sejarah dan budaya antara masyarakat Sunda di Banten dan Jawa Barat.
Editor: Abdul Rozak











