CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah penjual arang di Kota Cilegon mengeluhkan sepinya pembeli, bila dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu.
Salah seorang penjual arang, Fatoni mengaku, dirinya sudah lama menjual arang di Pasar Baru Kranggot. Adapun penjualan dengan sekala besar, ia menjual di momen Idul a
Adha dan tahun baru.
“Kalau untuk hari-hari biasa saya kirim arang ke rumah-rumah makan, tapi untuk stok banyak saya jual di momen Idul Adha dan tahun baru,” kata Fatoni saat dikonfirmasi RADARBANTEN.CO.ID di lapaknya, Selasa 18 Mei 2024.
“Untuk tahun ini penjualan menurun drastis beda dengan tahun lalu. Biasanya saya stok tiga sampe lima truk arang, tapi sekarang baru kejual dua truk saja. Satu truk itu isi 700 karung yang ukuran 25 kilogram,” sambungnya.
Menurutnya, penjualan menurun drastis lantaran berbarengan dengan adanya masuk anak sekolah, sehingga daya beli masyarakat berkurang.
“Hampir semua penjualan menurun. Untuk penjualan arang di momen tahun baru kemarin masih lumayan, tapi sekarang turun drastis,” katanya.
Dengan berkurangnya konsumen yang membeli dilapaknya itu, berimbas pada pendapatan.
“Tahun lalu saya jualan empat hari saja itu bersih ngantongi Rp60-80 juta, tapi sekarang sampai Lebaran untuk modalnya saja belum kembali, saya modal Rp 60 jutaan,” ujarnya.
Penjual arang lainnya, Faturohman, mengeluhkan yang penjualan arang sepi di tahun ini.
“Lesu mas penjualan, ini ja masih banyak barangnya (arangnya),” katanya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Aas Arbi











