SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memiliki dua pilihan politik menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten. Dua pilihan itu yakni mengusung kembali Rano Karno sebagai Bakal Calon Gubernur Banten atau menjalin cinta lama bersemi kembali alias CLBK dengan Partai Golkar.
Diketahui, PDIP dengan Golkar sendiri pernah mempunyai hubungan yang romantis yakni pada Pilgub 2012-2017. Golkar mengusung Ratu Atut Chosiyah sebagai Calon Gubernur Banten sementara PDIP mengusung Rano Karno sebagai Calon Wakil Gubernur Banten.
Pasangan ini menang saat melawan pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita, dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakk. Ratu Atut dan Rano Karno menang telak dengan perolehan 2.136.035 suara atau 49,65 persen.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, PDIP harus bisa memilih dengan cermat salah satu opsi itu, baik itu mengusung Rano Karno maupun CLBK dengan Golkar.
Menurutnya, PDIP masih berpeluang untuk mengusung Rano Karno pada Pilgub Banten 2024. Dalam beberapa hasil survei, Rano masih memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi.
“Melihat potret survei ini, PDIP masih memiliki kans untuk mengusung Rano Karno sebagai calon gubernur. Karena memang tergambar dari survei ini, Rano Karno nomor dua secara popularitas dan elektabilitas, setelah Airin,” kata Adib kepada Radar Banten, Selasa 18 Juni 2024.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, berdasarkan survei internal PDIP yang bekerjasama dengan lembaga survei Pandawa Research. Airin Rachmi Diany saat ini posisi teratas di angka dukungan sebanyak 41,9 persen. dengan strong supporters 28,3 persen dan tingkat pengenalan 90,3 persen.
Lalu disusul oleh Rano Karno yang berada di posisi kedua di angka dukungan 19,6 persen dengan strong supporters 10,9 persen dan tingkat pengenalan 94,7 persen. Wahidin Halim di posisi ketiga dengan angka dukungan 10,4 persen dengan strong supporters 6,2 persen dan tingkat pengenalan 76,7 persen.
“Yang menurut saya mengejutkan itu, nama Arief, Zaki itu tidak nonggol di tiga besar. Menurut saya ini aga mengejutkan, tentunya survei ini mempunyai angle atau strategi atau indikator yang terpotret tersendiri dari rumus survei ini, bahwa misalnya hasil survei PDIP mempunyai peluang besar mengusung Rnao Karno,” kata Adib.
Sementara, peluang CLBK antara Golkar dan PDIP juga terbuka lebar, sebab menurut survei Pandawa itu, Airin cocok untuk berpasangan dengan Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi dengan dukungan mencapai 60,8-62,8 persen.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur lainnya seperti Rano Karno – Arief R Wismansyah yang hanya 28,4-31,1 persen saja. Dan Wahidin Halim – Achmad Dimyati Natakusumah yang hanya 18,1 persen.
“Jika tidak mengusung Rano Karno, PDIP berpeluang besar berkoalisi dengan Golkar dalam tanda kutip berkoalisi dengan Airin,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











