CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon menargetkan sebanyak 80 persen partisipasi pemilih di Pilkada Kota Cilegon 2024.
Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kota Cilegon Patchurrohman saat dikonfirmasi terkait target partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Cilegon me datang di ruang kerjanya, Rabu 19 Juni 2024.
“Di Pilkada Cilegon pada tahun 2015 itu partisipasi pemilih itu 63 persen, tahun 2020 naik jadi 74 persen, dan kita targetkan di Pilkada 2024 ini kita targetkan 80 persen. Jadi dari masa ke masa itu ada progres kenaikan partisipasi dari masyarakat,” kata Patchurrohman.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya bakal gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat dari semua lini pemilih baik para orang tua, pemuda dan kaum milenial.
“Jadi nanti bukan hanya KPU saja yang sosialisasi, tapi lebih dari masyarakat serta pihak terkait juga ikut menyosialisasikan agar partisipasi pemilih naik. Karena kalau KPU itu mah wajib menyukseskan,” katanya.
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada mendatang, kata dia, pihaknya bakal lebih ekstra upaya meningkatkan partisipasi pemilih.
Karena menurutnya, partisipasi pemilih antara Pemilu dan Pilkada terdapat perbedaan, biasanya dari masa ke masa secara periodik lima tahunan itu Pemilu baik Pileg dan Pilpres lebih tinggi partisipasinya dibanding dengan Pilkada.
“Kalau pileg dan pilpres itu kan kandidatnya banyak, mereka masif turun ke masyarakat untuk mengajak memilih. Sedangkan, Pilkada itu selain calon ya paling dibantu oleh tokoh masyarakat untuk menumbuhkan bahwa Pilkada itu bukan hajat KPU tapi hajat semua masyarakat Cilegon dan memastikan Pilkada berjalan dengan baik,” terangnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan dengan target tersebut, pihaknya menginginkan Kota Cilegon dijadikan kota percontohan demokrasi karena secara partisipasi Kota Cilegon tertinggi se Provinsi Banten dan tidak ada gugatan ke MK.
“Makanya di Pilkada ini kita punya tagline ‘Pemilih Cerdas, Pemimpin Berkualitas’. Kita ini tinggal bagaimana selain partisipasi yang tinggi, diharapkan kualitas pemilihannya baik, jadi bagaimana pemilih yang rasional melihat dari visi misi si calon,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi












