LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi memprihatinkan yang dialami oleh Ahlam Zulfadli Firdaus (5), yakni mengalami lumpuh otak menyita perhatian berbagai pihak. Terkait dengan penyebab penyakit yang dialami balita asal Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak dr. Budhi Mulyanto angkat bicara.
Diungkapkannya, balita yang mengalami nasib malang tersebut, diawali dengan adanya kelainan saat kehamilan. Sehingga akhirnya harus mengalami lumpuh otak.
“Diagnosis cerebral palsy, ada hubungannya dengan saat kehamilan sampai persalinan. Jadi bisa dianggap ada faktor genetik/bawaan,” ujarnya dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 26 Juni 2024.
Budhi menjelaskan, jika ingin mengetahui diagnosis penyebab detailnya, harus dibawa ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap.
“Untuk mendiagnosis dan mencari penyebabnya harus dilakukan rujukan ke RS yang lebih lengkap sarana diagnostiknya,” ujarnya.
Ia menambahkan, terkait dengan penanganan yang dilakukan saat ini, harus melakukan fisioterapi agar kondisi balita tersebut bisa membaik.
“Sedangkan penanganan yang bisa dilakukan adalah fisioterapi secara rutin dan perbaikan gizi,” jelasnya.
Sementara itu, Yaumul Lailiyah ibu dari balita, mengakui kondisi yang dialami anak pertamanya tersebut, dimulai saat umur dua bulan hingga didiagnosis mengalami lumpuh otak setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, saat umur dua bulan anaknya pernah mengalami kejang-kejang hingga akhirnya didiagnosis mengalami lumpuh otak.
“Jadi waktu umur dua bulan pernah panas kejang-kejang di bawa ke rumah sakit, dan dari rumah saat dirawat didiangnosis mengalami lumpuh otak,” terangnya.
Ia mengungkapkan, kondisi anaknya saat ini hanya bisa duduk dan tidur karena mengalami kelumpuhan. Bahkan, setiap hari anak pertamanya tersebut, hanya menghabiskan waktu di tempat tidur.
“Keseharian anak saya, cuma bisa duduk tidur dan makan di suapin. Udah cuma enggak bisa apa-apa intinya,” tuturnya.(*)
Editor: Mastur Huda











