SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pada hari terakhir pelaksanaan pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Serang, ada 13.410 siswa telah mendaftar.
Jumlah tersebut berpotensi bertambah karena pendaftaran PPDB dibuka hingga pukul 23.59 WIB, melalui server lokal milik Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang yakni melalui laman https://ppdb.serangkab.go.id.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Eeng Kosasih mengaku bersyukur karena pelaksanaan pendaftaran PPDB melalui server lokal di Kabupaten Serang berjalan dengan lancar. Bahkan jumlah pendaftar berdasarkan update data pukul 12.00 WIB sudah lebih dari 13 ribu siswa.
“Semua lancar tidak ada kendala yang terjadi dan akan ditutup pada pukul 00.00 WIB. Hingga Pukul 12 siang tadi pendaftar sudah mencapai 13.410 orang, update dari panitia,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 2 Juli 2024.
Ia mengaku, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pendaftar tahun ini meningkat cukup signifikan. “Dibanding tahun lalu ada peningkatan, dimana tahun lalu ada sebanyak 12.732 orang. Ada penambahan calon peserta didik,” tegasnya.
Ia mengatakan, tahun ini dari 90 SMP negeri di Kabupaten Serang, daya tampung siswanya sekira 13.408 siswa dari 419 Rombongan Belajar (Rombel). Jumlah tersebut dapat mengakomodir mayoritas siswa yang daftar.
Namun, biasanya di sekolah-sekolah tertentu, jumlah pendaftar melebihi jumlah Rombel yang telah ditetapkan.
“Yang diperebutkan itu sebenarnya hanya di sekolah-sekolah yang jumlah pendaftarnya melebihi daya tampung, artinya secara umum, sekolah negeri ini masih kekurangan siswa. Tapi di sekitar 20 sekolah ini peminatnya melebihi daya tampung,” tegasnya.
“Paling banyak peminatnya biadanya di SMP 1 atau 2 di kecamatan-kecamatan itu. Seperti SMP satu Ciruas, Kragilan dan lainnya, tapi juga ada SMP 3 di satu wilayah yang peminatnya banyak. Ini karena kecenderungan SMP 1 itu SMP lama,” tegasnya.
Nantinya, setelah tahapan pendaftaran, akan ada tahapan lainnya yang dilaksanakan yakni verifikasi berkas. “Jadi seperti jarak kan orang tua pada saat mengambil jalur zonasi, antara titik rumah dan titik sekolah itu tidak nyambung, nah verifikasi itulah yang menjadi penentu, memanggil orang tua, kemudian diperlihatkan melalui komputer, setelah itu disetujui map sekolah dengan rumah maka jaraknya akan terlihat,” tegasnya.
Eeng mengimbau kepada masyarakat untuk memaklumi jika ada putra putrinya yang tidak diterima di satu sekolah karena masalah daya tampung. Namun dirinya telah menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk mengarahkan mereka ke sekolah negeri yang masih kekurangan siswa.
“Nanti dipersilahkan kepada orang tua dan masyarakat untuk mencari sekolah alternatif, baik di kabupaten serang dan perbatasan kabupaten kota. Saya sudah menginstruksikan kepada pihak sekolah, nanti supaya menyiapkan nama sekolah yang masih membutuhkan peserta didik, karena kepala sekolah kan mempunyai grup WA kepala sekolah,” pungkasnya. (*)
Editor : Merwanda











