• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

Destinasi Glamping yang Berkelanjutan: Upaya Mitigasi di Kawasan Wisata Kabupaten Serang

AdityaRamadhan by AdityaRamadhan
Rabu, 3 Juli 2024 22:30
in Utama
Destinasi Glamping yang Berkelanjutan: Upaya Mitigasi di Kawasan Wisata Kabupaten Serang

Glamping, gabungan dari “glamor” dan “berkemah,” telah muncul sebagai tren populer di industri pariwisata, menawarkan alternatif mewah untuk berkemah tradisional dengan menggabungkan kenyamanan akomodasi kelas atas dengan pengalaman alam yang mendalam (Mustofa, 2022). Tren ini sangat menarik di era pasca-pandemi, karena orang berusaha untuk terhubung kembali dengan alam sambil mempertahankan tingkat kenyamanan dan keamanan (Indrastana, 2023).
Nilai glamping yang dirasakan secara signifikan mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pengunjung, dengan penelitian menunjukkan bahwa efek langsung dan tidak langsung dari nilai yang dirasakan berkontribusi pada loyalitas pengunjung (Hussein, 2023). Estetika lingkungan glamping, termasuk pengaturan fisik, interaksi situasional, dan elemen kontekstual, memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman keseluruhan dan mendorong rekomendasi dari mulut ke mulut yang positif (Sun, 2023).
Pengembangan wisata tidak hanya harus mengejar peningkatan kunjungan dan pendapatan bagi pengelola dan masyarakat setempat, tetapi juga harus mempertimbangkan risiko bencana, terutama bencana alam (Herwanda, 2022). Bencana alam adalah ketika dampak lingkungan alam pada struktur sosial-ekonomi muncul dengan cepat, instan, atau mendalam (Alexander, 2017). Bencana mendorong masyarakat untuk mengambil tindakan mitigasi (Herwanda, 2022).
Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang destinasi wisata glamping yang berkesinambungan di Kabupaten Serang. Dalam konteks ini, penting untuk mempertimbangkan upaya mitigasi yang diterapkan untuk menjaga keselarasan antara pengembangan pariwisata yang berkembang dan perlindungan lingkungan serta warisan budaya lokal. Melalui artikel ini, diharapkan pembaca dapat memahami betapa pentingnya keberlanjutan dalam menjaga destinasi wisata yang menarik, termasuk perkembangan kawasan glamping yang ramah lingkungan.
Dengan fokus pada kawasan glamping di Kabupaten Serang, kita dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana praktik keberlanjutan dan upaya mitigasi dapat menjadi landasan yang kokoh bagi pembangunan destinasi wisata yang berkelanjutan. Mari kita menjelajahi keindahan alam, keunikan budaya, dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi, sambil merangkul visi untuk menjadikan glamping di Kabupaten Serang sebagai contoh positif bagi industri pariwisata yang bertanggung jawab.

Profil Wisata Glamping di Kabupaten Serang
Letak geografis Kabupaten Serang yaitu: sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur dengan Kabupaten Tangerang, sebelah barat dengan Selat Sunda, dan sebelah selatan dengan Kabupaten Pandeglang. Kabupaten Serang memiliki luas wilayah 1.467,35 km2, dan secara topografi, Kabupaten Serang merupakan wilayah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.778 m di atas permukaan laut.
Berikut kondisi alam Kabupaten Serang :
Bagian Utara :
Di bagian utara Kabupaten Serang terdapat wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang. Wilayah ini umumnya didominasi oleh dataran rendah dan perbukitan yang hijau. Kondisi alamnya cukup subur dan dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian yang baik. Terdapat juga sungai-sungai kecil yang mengalir melintasi daerah ini, memberikan keindahan alam serta sumber daya air yang penting bagi pertanian.
Bagian Selatan :
Bagian selatan Kabupaten Serang berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Selat Sunda. Wilayah selatan ini lebih cenderung berbukit hingga bergunung, dengan beberapa ketinggian yang dapat menciptakan pemandangan yang spektakuler. Keindahan pantai yang terbentang di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Serang juga menjadi daya tarik tersendiri.
Bagian Barat :
Bagian barat Kabupaten Serang berbatasan langsung dengan Selat Sunda, yang menjadikan daerah ini memiliki pesisir yang indah dan potensi dalam pariwisata pantai. Hembusan angin dari laut, pantai berpasir putih, serta panorama Senja yang mempesona adalah bagian dari keunikan alam di wilayah barat Kabupaten Serang. Aktivitas pariwisata seperti snorkeling, diving, dan wisata pantai menjadi daya tarik di sini.
Bagian Timur :
Bagian timur Kabupaten Serang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Wilayah timur Kabupaten Serang cenderung lebih datar hingga bergelombang, dengan lahan-lahan pertanian. Beberapa sungai besar seperti Sungai Cidurian dan Sungai Cisadane mengalir melintasi daerah ini.
Dengan kondisi alam di atas, Kabupaten Serang menjadi salah satu destinasi wisata yang menjanjikan. Banyaknya tempat – tempat wisata yang menyediakan sarana glamping tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Serang, Kawasan glamping ini menawarkan daya tarik unik yang memukau bagi pengunjung. Dari pemandangan alam yang menakjubkan hingga udara segar yang menyegarkan, setiap sudut kawasan glamping membawa pesona tersendiri. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang autentik, merasakan kesejukan hamparan hijau, dan menikmati waktu tenang di dekat sungai yang mengalir dengan damai. Kawasan glamping di Kabupaten Serang menjanjikan pengalaman wisata yang luar biasa dan berkesan bagi setiap pengunjung yang memilih untuk menginap di sana.

RelatedPosts

26 Tahun Banten: Banten Corporate University, Transformasi ASN dari Belajar Menuju Berdampak

26 Tahun Banten: Banten Corporate University, Transformasi ASN dari Belajar Menuju Berdampak

Minggu, 18 Oktober 2026 21:14
Judi online

Pegawai Toko Curi Uang dan Gelapkan Laptop untuk Judi Online

Minggu, 18 Oktober 2026 09:23
Persita Persija

Sejumlah Suporter Terluka Usai Laga Persija Vs Persita di Banten International Stadium

Minggu, 18 Oktober 2026 08:18
Polresta Serang Kota

Razia Tempat Hiburan Malam, Polresta Serang Kota Amankan 52 Botol Miras

Minggu, 18 Oktober 2026 08:09

Identifikasi Lingkungan Kawasan Wisata Glamping di Kabupaten Serang dalam Upaya Identifikasi Bencana dan Penyusunan Strategi Mitigasi
Menjamurnya wisata glamping di Kabupaten Serang diperlukan pengelolaan yang baik terutama dalam hal kebencanaan dan upaya mitigasi dalam kawasan wisata. Seperti kita ketahui beberapa kawasan wisata ini dikelola secara pribadi atau melibatkan beberapa kelompok masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Kurangnya informasi tentang pentingnya mitigasi bencana, dapat berakibat negatif dalam pengelolaan wisata glamping ini. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Mitigasi didefinisikan sebagai upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana (Noor, 2014).
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (UU No 24 Tahun 2007, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 9) (PP No 21 Tahun 2008, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 6).
Berdasarkan dari pengertian di atas maka diperlukan beberapa hal untuk membuat strategi mitigasi pada kawasan wisata glamping. Identifikasi lingkungan memainkan peran penting dalam mitigasi bencana karena memungkinkan penilaian dan pengelolaan risiko yang akurat yang terkait dengan bahaya yang disebabkan oleh manusia dan alam. Misalnya, di Indonesia, analisis GIS telah digunakan untuk menentukan daerah yang rentan terhadap tsunami. Ini telah memungkinkan pembangunan hutan pesisir di daerah yang rentan terhadap tsunami seperti Kabupaten Pangandaran, yang meningkatkan perlindungan terhadap tsunami (Nugraha, 2022)
Berikut Identifikasi lingkungan pada rata – rata kawasan wisata glamping di Kabupaten Serang dengan melihat rata – rata lokasi wisata ini dekat dengan pegunungan, pesisir laut, sungai ataupun perbukitan:
Infrastruktur :
Kebanyakan lokasi wisata berada jauh dari perkotaan ataupun pusat pemerintahan, fasilitas jalan menuju lokasi wisata biasanya masuk ke dalam jalan lingkungan pemukiman, sebagian besar tidak dilengkapi dengan rambu – rambu jalan ataupun penerangan jalan yang baik.
Kondisi alam di lokasi wisata :
Lokasi wisata yang dikelilingi oleh pegunungan, sungai, perbukitan dan hutan
Jalur evakuasi :
Rata – rata Kawasan wisata yang dikelola secara pribadi/mandiri, tidak dilengkapi dengan jalur evakuasi
Fasilitas Kesehatan :
Jarak menuju fasilitas kesehatan cukup jauh terutama untuk lokasi wisata yang jauh dari pusat perkotaan
Fasilitas Komunikasi :
Untuk kondisi wisata glamping yang dekat dengan pegunungan dan hutan, sinyal komunikasi rata – rata provider lemah

Konsep Penilaian Risiko dan Mitigasi Bencana
Salah satu aspek penting dalam mengelola dan mengurangi dampak potensi bahaya pada masyarakat dan lingkungan adalah evaluasi risiko dan mitigasi bencana. Penilaian risiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko untuk memahami efek dan kemungkinannya. Proses ini sangat penting untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana yang efektif, yang bertujuan untuk mengurangi efek buruk bencana melalui tindakan proaktif. Misalnya, penelitian tentang proses pengambilan keputusan wisata menekankan bahwa pemahaman tentang komponen lingkungan dan sosial yang dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku risiko sangat penting untuk mengembangkan strategi mitigasi yang ditargetkan di lokasi yang sangat bergantung pada pariwisata seperti Taman Nasional Göreme (Akyol, 2023)
Penilaian Risiko
Penilaian risiko dan mitigasi bencana di area glamping melibatkan evaluasi komprehensif potensi bahaya dan penerapan strategi untuk meminimalkan dampaknya. Prosesnya dimulai dengan analisis bahaya menyeluruh, yang membentuk dasar dari semua upaya perencanaan darurat dengan mengidentifikasi potensi ancaman dan menilai kerentanan orang dan properti di masyarakat (Siwar, 2012).
Tingkat Kemungkinan :
Definisi: Tingkat kemungkinan menggambarkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa atau kejadian buruk akan terjadi di masa depan.
Penilaian: Biasanya diukur sebagai probabilitas atau kemungkinan dari terjadinya suatu kejadian tertentu, misalnya rendah, sedang, atau tinggi.
Contoh : Kemungkinan terjadinya kebakaran hutan di musim kemarau yang panjang di kawasan tertentu.
Tingkat Dampak :
Definisi : Tingkat dampak adalah seberapa besar kerugian atau konsekuensi yang mungkin timbul akibat terjadinya suatu peristiwa atau kejadian buruk.
Penilaian : Mengukur seberapa besar dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh suatu kejadian, bisa berupa ringan, sedang, atau berat.
Contoh : Dampak kebakaran hutan dapat berupa kerugian ekosistem, kerugian ekonomi, atau bahkan ancaman terhadap keselamatan manusia.
Tingkat Resiko :
Definisi : Tingkat resiko adalah gabungan dari tingkat kemungkinan dan tingkat dampak suatu risiko, yang mencerminkan seberapa besar risiko tersebut.
Penilaian: Risiko sering kali dinilai secara relatif, yang hasilnya bergantung pada tingkat kemungkinan terjadinya kejadian dan dampak negatif yang ditimbulkan.
Contoh : Resiko kebakaran hutan di suatu kawasan mungkin dinilai sebagai tinggi jika kombinasi antara kemungkinan terjadinya kebakaran dan dampaknya besar.

Strategi Mitigasi
Dilihat dari geografi dan topografi Kabupaten Serang, dan kondisi alam sekitar di beberapa Kawasan wisata glamping yang dekat dengan pegunungan, sungai, pesisir pantai ataupun perbukitan dan hutan, berikut prediksi beberapa bencana alam yang mungkin terjadi diantaranya :
Banjir
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai.
Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan. Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.
Tanah longsor
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak kebawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor diawali oleh air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai ke tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng
Kebakaran hutan
Kebakaran merupakan bencana yang lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia (human error). Kebakaran terjadi dengan cepat, dalam tiga puluh detik percikan api kecil dapat berubah menjadi tidak terkendali. Selain resiko terbakar, menghirup asap dalam jumlah besarpun dapat menyebabkan resiko yang fatal bagi manusia.
Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalu-lintas adalah suatu peristiwa di mana kendaraan bermotor, seperti mobil, sepeda motor, truk, atau sepeda, bertabrakan atau terlibat dalam insiden yang menyebabkan kerusakan, cedera, atau kematian. Kecelakaan lalu lintas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pelanggaran lalu lintas, cuaca buruk, kondisi jalan yang buruk, atau kesalahan pengemudi. Kecelakaan lalu lintas sering kali menjadi penyebab cedera serius dan kerugian materi.

Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan
Artikel ini mengidentifikasi potensi resiko wisata alam yang tersebar disekitar Kabupaten Serang. Strategi mitigasi yang disarankan meliputi pemetaan area rawan, pembangunan infrastruktur seperti tanggul dan saluran air, edukasi terkait kebakaran hutan, pemasangan rambu keselamatan, membangun komunikasi dengan masyarakat sampai dengan penegakan hukum lingkungan. Dengan implementasi strategi mitigasi yang tepat, keamanan pengunjung dapat ditingkatkan.
Rekomendasi
Melakukan pemetaan risiko secara berkala untuk memperbarui strategi mitigasi sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan.
Mengadakan pelatihan reguler bagi petugas dan pengelola wisata terkait penanggulangan bencana dan evakuasi darurat.
Meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait seperti dinas terkait, kepolisian, dan relawan bencana untuk respons yang cepat dan efektif.
Menggalakkan kampanye kesadaran bencana kepada pengunjung agar turut berperan dalam menjaga keamanan selama berkunjung.
Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai seperti peralatan evakuasi, pertolongan pertama, dan informasi evakuasi yang jelas.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kawasan – kawasan wisata yang bertema alam sepeti glamping dapat menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi pengunjung serta masyarakat sekitar.

Artikel ini ditulis oleh:

Karvina Budiwati Apriliani, Ibnu Sina Noor, Iwan Nugroho, Mahasiswa Magister Studi Lingkugan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Tags: artikeldestinasi glampingdisparbudkabupaten serangUntirtaWisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Lestarikan Kue Tradisional, Emak-emak di Cicadas Pandeglang Raup Cuan Jutaan Rupiah

Next Post

Pendaftar PPDB SMA, SMK, dan SKh Negeri Capai 81 Ribu Orang

Next Post
Pendaftar PPDB SMA, SMK, dan SKh Negeri Capai 81 Ribu Orang

Pendaftar PPDB SMA, SMK, dan SKh Negeri Capai 81 Ribu Orang

Tradisi Bedolan Pamarayan

Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Bedolan Pamarayan

Minggu, 18 Oktober 2026 09:32
Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:52
Dishub Tangsel Sosialisasikan Rencana U-Turn Terlindung di Jalan Raya Serpong

Dishub Tangsel Sosialisasikan Rencana U-Turn Terlindung di Jalan Raya Serpong

Minggu, 18 Oktober 2026 11:07
Persita Persija

Sejumlah Suporter Terluka Usai Laga Persija Vs Persita di Banten International Stadium

Minggu, 18 Oktober 2026 08:18
Bupati Festival Budaya Pakuhaji

Bupati Maesyal Rasyid Buka Festival Budaya Pakuhaji, Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 13:08
final kejuaraan dunia junior bwf championshif 2026

Tunggal Putra dan Ganda Campuran Indonesia Juara Dunia Junior BWF 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 08:11
Legalitas panitia Muprov Kadin Banten

Bacalon Ketua Kadin Banten Pertanyakan Legalitas Panitia Muprov

Jumat, 16 Oktober 2026 14:39

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

26 Tahun Banten: Banten Corporate University, Transformasi ASN dari Belajar Menuju Berdampak

26 Tahun Banten: Banten Corporate University, Transformasi ASN dari Belajar Menuju Berdampak

by Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 21:14
0

Membangun Birokrasi Pembelajar dari Tanah Jawara untuk Mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi Oleh: Entol Achmad Deni HermawanKepala Badan...

Kang Nong 2026

Disporapar Kabupaten Serang Siapkan Pembinaan untuk Kang Nong 2026

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 18 Oktober 2026 18:01
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID - Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang telah menyiapkan skema pembinaan untuk para finalis Kang Nong Kabupaten Serang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.