PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berawal dari niat melestarikan jajan pasar atau kue tradisional, sejumlah emak-emak di Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, membuat kue tradisional, yakni papais hingga meraup cuan yang lumayan menggiurkan.
Sebelum memulai bisnis ini, emak-emak terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang dipandu oleh Chef Ranu. Dengan pelatihan ini, mereka menjadi lebih mandiri dan mampu menghasilkan kue tradisional yang lezat dan autentik.
Pantauan di Lokasi, terlihat semangat emak-emak dalam memotong daun pisang, membuat adonan, hingga menghasilkan kue tradisional yang siap dinikmati.
Pelaku UMKM jajanan tradisional, Dian, mengatakan bahwa emak-emak di kampungnya sering memproduksi kue tradisional seperti kue pais meto, pais pisang, dan lain sebagainya yang mereka olah lalu dipasarkan sesuai pesanan.
“Isiannya ada pisang, ada yang ayam, ada juga yang sayuran. Harga satuannya Rp 2 ribu per pcs, dijualnya beda-beda, ada yang di pasar, ada yang di perkantoran juga, tergantung pemesanan,” ungkap Dian, Rabu 3 Juli 2024.
Menurutnya, meskipun kue tradisional sering dianggap jajanan jaman dulu (jadul), peminatnya cukup banyak di Kabupaten Pandeglang.
“Iya, masih banyak yang suka kue tradisional ini, apalagi di Pandeglang. Banyak yang pesan,” ujarnya.
Dari bisnis jajanan tradisional ini, Dian bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 juta dalam sehari, sehingga dapat membantu perekonomian keluarganya.
“Ya, bisa membantu perekonomian keluarga juga, sama ibu-ibu di sini. Harapan saya, usaha ini bisa lebih lancar dan makin ramai,” harapnya.
Sementara itu, pelatih tata boga UMKM kue tradisional, Chef Ranu menyampaikan bahwa pelatihan yang diberikan kepada emak-emak ini lebih fokus pada jajanan tradisional, terutama kue papais.
“Kenapa memilih papais? Karena selama ini papais itu isinya pisang dan sayuran saja. Kali ini, kami membuatnya dengan isian daging ayam agar lebih berbeda dan mengandung protein yang bagus untuk anak-anak,” katanya.
Chef Ranu menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dalam memproduksi kue tradisional, khususnya di wilayah tersebut.
“Selain itu, saya ingin memperkenalkan kue tradisional Pandeglang ke tingkat internasional. Selama ini, Pandeglang hanya dikenal oleh warganya sendiri. Saya berharap kue tradisional Pandeglang ini bisa diperkenalkan lebih luas karena banyak yang unik,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











