CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah menargetkan penekan angka stunting semua daerah sebesar 14 persen pada tahun 2024 ini.
Di Kota Cilegon sendiri, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia atau SGGI pada tahun 2023 baru mencapai 19,1 persen.
Untuk menggenjot penurunan stunting tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menggelar edukasi upaya pencegahan stunting pada ibu hamil di delapan Kota Cilegon di Aula Dinkes Kota Cilegon, Rabu 3 Juli 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon, Rully Kusumawardhany mengatakan, edukasi tersebut filakukan upaya untuk mengejar target penurunan prevalensi stunting nasional yakni 14 persen.
“Jadi yang ditargetkan oleh pemerintah untuk penurunan stunting dan kasus masalah kesehatan terutama pada ibu hamilnya yang akan berdampak pada stunting nya terhadap anak yang akan dilahirkan itu masih belum diturunkan sesuai target,” kata Rully.
Untuk mengoptimalkan itu, pihaknya bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Cilegon untuk memberikan edukasi kepada puluhan ibu-ibu hamil, kader PKK dan posyandu, untuk mendukung pemerintah mengentaskan stunting.
“Makanya ini menjadi tantangan bagi seluruh Dinkes kabupaten kota seluruh Indonesia dan sekarang ini sedang proses verifikasi terhadap penimbangan bayi dan balita termasuk di Kota Cilegon dan untuk hasilnya belum keluar sampai sekarang karena memang ada yang harus di validasi,” terangnya.
Pada kesempatan itu, dirinya menekankan agar para ibu hamil harus memeriksakan kesehatannya setiap sebulan sekali terkait pertambahan berat badan di Posyandu maupun Puskesmas terdekat, serta rutin mengonsumsi tablet penambah darah setiap hari.
“Untuk pemeriksaan HB juga penting sekali, minta ibu-ibu periksa buku kontrol kehamilannya, diliat itu HB nya berapa, ibu-ibu harus paham,” katanya.
Sementara itu, Ketua PKK Kota Cilegon Hany Seviatry menyampaikan, pentingnya menjaga asupan nutrisi dalam 1.000 hari kehidupan pertama, dan memanfaatkan pangan lokal untuk meningkatkan gizi anak.
“Kalau stunting sudah terlambat pencegahan penangannya akan susah penangananya, jadi kita dari awal harus perhatikan sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Ibu-ibu sudah harus tau tentang apa sih bahaya stunting, dan bagaimana cara pencegahannya,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi












