SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minim anggaran menjadi alasan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang untuk mengatasi pengangguran yang masih tinggi.
Kepala Disnakertrans Kota Serang, Moch Poppy Nopriadi mengatakan, pihaknya masih kesulitan untuk mengatasi masalah pengangguran di Kota Serang. Namun, dia meminta agar pada tahun 2025 Pemkot Serang dapat memberikan anggaran lebih.
“Tapi untuk tahun depan Pj Walikota sudah memfasilitasi supaya kita mendapatkan anggaran. Tidak besar, paling tidak layak untuk bisa mengurangi angka pengangguran yang memang cukup tinggi,” ujarnya, Selasa, 16 Juli 2024.
Poppy mengatakan, saat ini pengangguran di Kota Serang berada di angka 7,45 persen, dan berada di urutan keempat se-Provinsi Banten.
“Bisa bayangkan, dari 27.125 angka pengangguran sekarang, kegiatan job fair ini hanya diikuti oleh 450 (pencari kerja), tidak sampai lima persennya. Jadi ini sangat-sangat kecil sekali,” katanya.
Dia mengaku, Pj Walikota Serang, Yedi Rahmat, juga sudah meminta agar di anggaran perubahan dapat menambahkan anggaran untuk Disnakertrans demi memfasilitasi warga Kota Serang yang belum memiliki pekerjaan.
“Makanya pak Walikota berkeinginan nanti paling tidak di perubahan ini ada skema baru terhadap anggaran pada Disnaker, supaya bisa lebih banyak lagi memfasilitasi teman-teman yang mencari kerja,” tuturnya.
Menurutnya, untuk sementara ini Disnakertrans Kota Serang baru bisa mengadakan program rekrutmen pencari kerja, yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan di Provinsi Banten.
“Sekarang ada 33 perusahaan, sebagian besar perusahaan yang berada di Kota Serang, tetapi ada juga yang diluar, Kabupaten Tangerang juga ada. Jadi perusahaan akan ekspos dulu, peserta ini minatnya ke perusahaan mana? nanti mereka ya semacam ada interview awal,” ucapnya.
Poppy mengatakan, selain mengadakan program rekrutmen pencari kerja, pihaknya juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk warga Kota Serang dalam mengurangi angka pengangguran.
“Jadi banyak sekali pelatihan tata boga, otomotif, pelatihan tata rias pengantin. Cuman tadi itu kalau menyangkut kuantitas itu sangat minim gitu,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











