PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepulangan jemaah haji Kabupaten Pandeglang disambut isak tangis bahagia oleh sanak keluarga.
Dari pantauan Radar Banten, nampak para penjemput sudah mengantre untuk memasuki halaman Pendopo Pandeglang.
Kedatangan jemaah haji asal Pandeglang berlangsung secara bertahap. Kloter 52 tiba pertama kali pada pukul 08.00 WIB dini hari. Setelah itu, disusul oleh kedatangan kloter 53 dengan jumlah 125 jemaah. Selanjutnya, kedatangan kloter 62 dijadwalkan pada 20 Juli.
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pandeglang, Mucholid menyatakan, jemaah haji kloter 52 berjumlah 436 orang. Awalnya, kloter ini terdiri dari 439 jemaah, namun dua orang meninggal dunia. Semua jemaah yang tiba di Pandeglang dalam kondisi sehat dan selamat.
“Jadi, jumlah jemaah yang pulang ada 436 orang. Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi sehat walafiat. Kemarin ada satu atau dua lansia yang pulang lebih dulu dengan selamat,” ungkap Mucholid, Selasa 16 Juli 2024.
Setelah kedatangan kloter 52, penjemputan jemaah haji akan berlanjut dengan kloter 53 di Asrama Pondok Gede, yang merupakan gabungan dengan DKI Jakarta.
“Nanti malam, kita akan jemput lagi kloter 53 di Asrama Pondok Gede yang gabungan dengan DKI Jakarta. Jumlahnya ada 12 jemaah. Selanjutnya, pada tanggal 20, kita akan jemput kloter 62, dan pada tanggal 22, jumlahnya ada 16 jemaah,” kata Mucholid, Selasa, 16 Juli 2024.
Mucholid menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah siap siaga untuk memperketat pengamanan demi mengantisipasi tindakan kriminal seperti copet.
“Untuk antisipasi keamanan, Alhamdulillah Pak Kapolres sudah turun langsung untuk memastikan keamanan agar tetap kondusif,” tambahnya.
Salah satu keluarga almarhumah jemaah haji atas nama Amah dari Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten, yang meninggal dunia, tampak mengambil koper ketika bus rombongan jemaah haji tiba di Pendopo Pandeglang.
Keluarga almarhumah, Emul sudah menunggu sejak malam hari untuk mengambil koper milik keluarganya yang akan dibawa pulang ke rumah duka. Ia telah mengikhlaskan kepergian keluarganya dan mendoakan yang terbaik.
“Saya sudah menunggu dari semalam. Doanya agar almarhumah mendapatkan khusnul khatimah. Ini kopernya mau langsung dibawa pulang,” tutur Emul.
Kepulangan para jemaah disambut isak tangis oleh keluarga. Tak mampu menahan rindu setelah ditinggal selama ibadah di tanah suci, suasana dini hari yang hening berubah menjadi riuh oleh tangisan bahagia.
Setelah seluruh jemaah haji turun dari bus, satu persatu kendaraan penjemput secara teratur memasuki halaman Pendopo Kabupaten Pandeglang untuk menjemput keluarga. Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan keluarga yang telah lebih dari 40 hari tidak bertemu ini.
Editor: Mastur Huda











