SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menargetkan agar desa wisata Padarincang dapat menjadi salah satu desa wisata mandiri di Indonesia.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya desa wisata Padarincang memiliki banyak sekali destinasi wisata dan memiliki budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Direktur Infrastruktur dan Ekonomi Kreatif pada Kemenparekraf RI, Oneng Setya Harini menilai, desa wisata Padarincang merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi yang sangat luar biasa. Pasalnya, ada banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan ketika mereka berkunjung ke sana.
“Kami melihat bahwa keindahan dari sebuah desa, terutama lingkungan yang masih sangat asri. Ini jarang bagi kami yang berada di pinggiran Jakarta. Ada air terjun, ada river tubing dan lain sebaginya, ini memiliki potensi wisata yang luar biasa,” katanya, Selasa 16 Juli 2024.
Selain itu, di desa wisata Padarincang juga memiliki banyak potensi, mulai dari kebudayaan dan ekonomi kreatif. Tentunya, dengan potensi yang dimiliki, selaras dengan pengembangan pariwisata hijau yang digalakkan oleh Kemenparekraf.
“Ada budayanya, ada kria-nya kemudian juga makanannya yang khas. Saya kira ini juga bisa menjadi bagian dari atraksi wisata di desa Padarincang. Kemudian juga dari sisi ekonomi kreatifnya tadi tas yang saya pakai, kemudian batik, kemudian juga tadi ada beberapa karya kreatif yang lainnya dan juga keseniannya tadi ada pencak silat ada seni tari kemudian juga musik ya kemudian juga tadi ada kesenian buaya putih,” tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai tradisi yang melekat di masyarakat harus terus dilestarikan dan dapat menjadi sebuah pertumbuhan yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
“Harus melihat dari desa-desa yang lain juga, kita harus mengemasnya sebagai satu keunikan tersendiri. Saya yakin kalau kita bicara budaya itu tidak terlalu pasti bersentuhan antara desa yang satu dengan di desa yang lainnya. Harapan kami teman-teman di desa wisata bisa mengambil mana yang menjadi keunikan,” tegasnya.
Selain itu, dari sisi amenitas, desa wisata Padarincang sudah memiliki beberapa home stay yang dapat menjadi tempat menginap untuk wisatawan. Namun demikian, itu perlu untuk terus ditingkatkan agar semakin banyak dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Tentu saja ini harus berjalan bersama-sama agar desa wisata Padarincang bisa terus berkembang,” jelasnya.
Dengan banyaknya potensi yang dimiliki oleh desa wisata Padarincang tersebut, pihaknya menargetkan agar desa wisata Padarincang dapat menjadi desa wisata Mandiri di Indonesia.
“Memang ini masih di level rintisan, tapi saya kira tadi apa yang menjadi pemikiran ke depan Pak Kades ini harus didukung. Semoga di tahun 2029 bisa menjadi desa mandiri. Saya kira ini semangat yang dikobarkan oleh Pak Kades itu sudah luar biasa, tinggal bagaimana masyarakat Bapak Ibu seluruh stakeholder di sini juga hadir,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya di kementerian juga akan mengarahkan agar CSR dari perusahaan-perusahaan akan diarahkan ke desa wisata Padarincang, sehingga percepatan untuk menuju desa wisata mandiri bisa cepat tercapai.
“Program-program dari CSR ini bisa masuk ke sana, termasuk juga kami juga bersinergi dengan teman-teman di internal Kementerian. Jadi untuk pembinaan terhadap SDM-nya kemudian juga ada akses permodalannya, kemudian juga promosinya juga,” pungkasnya.(*)
Editor: Mastur Huda











