LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal Calon Gubernur Banten, Andra Soni, berziarah ke makam Abuya Ibrahim bin KH Ahmad di kawasan Pondok Pesantren Maulana Yusuf, Desa Pagelaran Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, pada Selasa, 16 Juli 2024. Andra Soni didampingi oleh cucu dan cicit Abuya Ibrahim.
Ziarah tersebut merupakan rangkaian kegiatan Andra Soni berkunjung ke wilayah Lebak Selatan. Selain ziarah, Andra Soni bersilaturahmi kepada warga di sejumlah titik di sejumlah kecamatan. Andra mengaku bersyukur bisa silaturahmi dan menyapa masyarakat di wilayah Lebak Selatan.
“Dan saya juga sempat menikmati pagi di Pantai Bagedur,” katanya.
Koorwil TKD Prabowo-Gibran Provinsi Banten ini juga mengaku bersyukur bisa bersilaturahmi dengan keluarga Abuya Ibrahim.
“Alhamdulilkah saya silaturahmi keluarga besar Abuya Ibrahmi, ziarah. Dan melanjutkan kegiatan di beberapa titik di Selatan Lebak. Insya Allah ikhtiar ini membawa keberkahan dan membawa kemenangan,” katanya.
Dititik selanjutnya, Andra Soni mengunjungi para petani wilayah Lebak bagian Selatan itu. Ia melihat infrastruktur pertanian saat ini masih jauh berpihak kepada para petani. Padahal, Banten saat ini tengah mengalami paradoks yang mana terdapat pergeseran industri padat karya menjadi padat modal. Pergeseran itu membuat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Banten meningkat pesat, namun disisi lain membuat tingkat penyerapan tenaga kerja menjadi berkurang.
“Petani merupakan pahlawan pangan kita, tugas mereka sangat mulia dalam mencukupi kebutuhan pokok masyarakat Banten. Maka tidak pas rasanya jika para petani ini tidak diberikan infrastruktur yang baik dalam menompang siklus pertaniannya,” kata Andra.
“Contohnya irigasi, kita lihat disini (Kecamatan Malimping,-red) banyak irigasi para petani yang jebol, ini sungguh memprihatinkan,” sambungnya.
Bakal calon Gubernur Banten ini pun bertekad ingin membangun sektor pertanian dengan menyediakan infrastruktur yang modern bagi para petani.
Lebih jauhnya, Andra juga berkomitmen untuk mengentaskan ketimpangan pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan dengan adanya pemerataan pembangunan baik itu infrastruktur, sarana pendidikan dan kesehatan hingga pelosok desa. Dan memodernisasi desa dengan cara memberantas titik blank spot di Banten.
Menurutnya, ketimpangan pembanguanan itu sendiri disebabkan oleh perbedaan kekuatan fiskal antara kedua wilayah tersebut. Untuk itu, jika terpilih nanti, Andra ingin memberikan bantuan kekuatan fiskal bagi daerah Banten Selatan khususnya wilayah Lebak dan Pandeglang.
“Keberpihakan APBD kita ke sana (Banten Selatan,-red) juga masih sangat kurang sehingga wajar petani tidak berani untuk bercita-cita anaknya jadi petani. Sehingga dalam rangka itu saya merasa perlu kita memberikan jaminan kepada para petani melalui pembanguann di tiga dimensi baik itu ekonomi, kesehatan dan pendidikan,” tuturnya.
Pada dimensi-dimensi itu, dirinya memiliki gagasan untuk membuat program pemberdayaan dari hulu ke hilir khususnya kepada para pemuda di desa untuk menjadi pegawai pertanian sehingga nantinya akan ada regenerasi petani, dan juga membangun jalan usaha tani hingga membuat pasar regional di wilayah Banten guna memberantas praktik-praktik tengkulak.
“Tugas Pemprov Banten adalah perwakilan pemerintah pusat, bukan sebagai kabupaten atau kota ke-9 sehingga harus mampu meorkestrasi tadi. Saya berharap gagasan ini bisa diterima dan tentu gagasan ini kan perlu di diskusikan dan perlu dapat masukkan, karena ini kan gagasan yang muncul dari proses saya selama menjadi pimpinan DPRD,” jelasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maulana Yusuf H. Jamil mengaku, berbahagia atas kedatangan Andra Soni bisa bersilaturahmi dengan keluarga besar Abuya Ibrahim.
“Saya secara pribadi merasa berbahagia Allah perkenankan untuk bisa bertemu beliau,” ujarnya.
Baginya, Andra Soni telah memberikan warna dalam Pilgub Banten dengan menjadi salah satu bakal calon gubernur.
“Jadi ini lebih banyak pilihan dan ini positif. Dan masyarakat bisa mengenal calon pemimpinnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











